Abdul Hakim Harahap, Sebelum Gubsu Jadi Wakil Perdana Menteri Dulu

Posted by on Aug 9, 2017 in gubsu tanda petik, sang mantan | No Comments
Abdul Hakim Harahap, Sebelum Gubsu Jadi Wakil Perdana Menteri Dulu

Foto Abdul Hakim Harahap (Sumber : Google)

 

Belakangan marak pejabat di tingkat kabupaten/kota mencalonkan diri menjadi gubernur. Pun, sejarah mencatat di Sumatera Utara telah ada beberapa tokoh yang menjalani langkah itu. Dan, ada pula yang sukses menjadi Sumut 1. Tapi, adakah petinggi negara ini yang menjadi Gubsu?

Jangan sebut petinggi yang levelnya menteri atau DPR atau yang selevel dengan itu, beberapa nama telah tercatat sebagai calon atau bakal calon kan? Ini tentang petinggi yang jabatannya lebih dari itu. Hm, ternyata ada. Dia adalah seorang wakil perdana menteri.

Adalah Abdul Hakim Harahap tokoh yang dimaksud. Dia putra Sumut yang pernah menjadi Residen Tapanoeli. Meski basic-nya ekonom, Abdul Hakim bisa disebut sebagai politikus jempolan di Indonesia. Buktinya, dia dipercaya sebagai penasihat republik ke Konfrensi Meja Bundar yang dipimpin oleh M Hatta. Sejatinya, usai konfrensi yang berujung pada pengakuan kemerdekaan Indonesia oleh Belanda itu, Abdul Hakim yang menguasai bahasa Inggris, Belanda, dan Perancis akan pulang kampung ke Sumatera Utara. Namun, panggilan ibu pertiwi lebih kuat. Dia berangkat ke Jogjakarta karena diangkat sebagai Wakil Perdana Menteri Kabinet Halim yang merupakan kabinet terakhir di Jogjakarta. Pengangkatan itu terjadi pada 1950.

Barulah kemudian, tepatnya setahun kemudian (1951) Abdul Hakim pulang kampung dan menjadi Gubsu. Tidak ada yang bisa menentangnya. Pasalnya, dia adalah pemilik portofolio tertinggi, republiken sejati. Selain wakil perdana menteri, pada era Belanda Abdul Hakim Harahap adalah pejabat ekonomi tertinggi di Indonesia Timur (Makassar). Pada era Jepang direkrut militer Jepang untuk bekerja membentuk Dewan Tapanoeli. Apalagi, Gubsu keempat yang menjabat sejak 1951 hingga 1953 ini juga tidak asing dengan Kota Medan. Pada 1927-1937 dia menjadi anggota dewan kota (gemeeteraad) Medan yang mengusulkan dibangunnya rumah sakit dan pasar sentral Medan. (ragam sumber)

7,365 total views, 4 views today

Tinggalkan Pesan