Ayo Berhitung di Pilgubsu (1)

Posted by on Aug 22, 2017 in kombur | No Comments
Ayo Berhitung di Pilgubsu (1)

Ayo Berhitung di Pilgubsu (1)

Oleh Kenon BB

Sepertinya tak mau juga aku nulis soal Pilgubsu lagi, tapi kok makin hari makin jadi kabar-kabar itu. Ya dahlah, mau kekmana lagi kan. Jadi, supaya sok paten, kutetapkan ajalah untuk terus nulis soal Pilgubsu sampai selesai. Ya, sampek Pilgubsunya bubar. Cocok kam rasa?

Suka ati klenlah mau setuju ato gak ya kan, yang jelas, kutulis ajalah. Mau klen baca ato gak pun suka ati. Tapi rugi kurasa kalo ta klen baca, pasalnya dah capek juga aku nulisnya ya kan hehehehe.

Jadi ceritanya begini Bos, pas aku duduk-duduk manis sambil minum kopi pagi Selasa kemarin, muncul kabar yang lumayan buat aku terkejut. Kabar itu masuk di hapeku. Dikirim kawan pakek WeA. Isinya soal rekomendasi dari Pengurus Pusat Partai Golkar. Tengku Erry Nuradi mereka usung jadi calon gubernur dan Ngogesa Sitepu jadi wakilnya.

Surat DPP Partai Golkar tentang penetapan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Sumut. (Sumber Grup Whatsapp)

Jujur ajalah ya, sebelumnya sempat dua orang itu kupasang-pasangi. Maksudku, kekmana ya kalo mereka duet. Pasti mantap ya kan? Tapi, bayangan itu langsung kutepis pula. Soalnya, masak Ngogesa mau jadi wakil? Dia ketua Golkar di Sumut kan? Terus, jauh hari dia sudah ribut mau jadi gubernur. Apalagi sejarah mencatat, sudah ada mantan bupati Langkat yang jadi gubernur. Dengan kata lain, sebagai bupati Langkat, dia punya kemungkinan untuk mengulang sejarah kan? Terus, menurutku, secara fisik si Ngogesa ini lebih pas jadi gubernur dibanding wakil kan? Dia besar lho. Satu lagi, Tengku Erry Nuradi kan mantan Golkar. Dia lompat jadi ketua Partai NasDem Sumut. Jadi, bisa aja ada kader Golkar yang sakit hati kan?

Pikiran-pikiran kekgitulah yang membuat aku menyampingkan kemungkinan keduanya duet. Itulah sebab begitu dapat kabar rekomendasi tadi, aku langsung terkejut. Ya, Ngogesa berarti mau mengalah. Ya, berarti tak ada yang sakit hati dengan Tengku Erry Nuradi.

Tapi tunggu dulu, Tengku Erry Nuradi sebagai ketua NasDem Sumut malah belum mendapat rekomendasi kan? Nah lho kekmana itu? Kekmana kalo NasDem rupanya jagoi orang lain? Kekgini maksudku, dengan anggapan NasDem juga dukung pasangan ini, berarti syarat untuk menjadi peserta di Pilgubsu kan selesai. Ya, Golkar memiliki punya 17 kursi dan NasDem punya 5 kursi. Totalnya jadi 22 kursi dan sudah melebihi syarat minimal calon yakni 20 kursi. Nah, kalo NasDem gak dukung, Golkar gandeng partai apa? Setidaknya dia butuh tiga kursi lagi supaya dapat 20 kan?

Itulah, soal NasDem ini agak lucu juga ya kan? Masak duluan partai lain yang dukung ketuanya ya kan? Tapi, kata orang, itulah politik ya kan? Bisa aja partai ini dukung ketua partai lain, yang penting menang, kekgitu kan?

Baiklah, kita anggaplah NasDem dukung Erry, terus sesuai koalisi nasional maka PDIP juga ikut. Fiuh, melimpah-limpah suaranya ya kan. PDIP itu punya 16 kursi. Jadi kalo digabung bisa 38 kursi. Ngeri bah. Masalahnya, mau gak PDIP ikut bergabung tanpa memasukan kadernya?

Soal nomor satu bukan lagi masalah tampaknya bagi PDIP, sudah biasa dia mendukung petahana yang bukan kadernya ya kan? Contohnya di Pilkada Medan tempo hari, dia dukung Dzulmi Eldin. Tapi, dia masukan Akhyar Nasution yang merupakan kadernya menjadi wakil! Pertanyaannya, kalo PDIP usung kadernya jadi wakil, kekmana si Ngogesa? Ngerinya lagi, PDIP itu suka pula pilih calon di injury time. Nah, ketika tiba-tiba dia usung calon untuk wakil, kekmana Ngogesa! (bersambung)

6,987 total views, 5 views today

Tinggalkan Pesan