Ayo Berhitung di Pilgubsu (2)

Posted by on Aug 22, 2017 in kombur | No Comments
Ayo Berhitung di Pilgubsu (2)

Ayo Berhitung di Pilgubsu (2)

Oleh Kenon BB

Kalo aku pribadi, lebih baik PDIP usung orang lain aja ya kan? Jadi Pilgubsu tetap rame kayak sebelumnya dan gak kayak Pilkada Medan yang cuma dua pasang calon.

PDIP kan cuma butuh empat kursi lagi. Kalau tidak mau menggandeng Demokrat yang punya 14 kursi atau Gerindra (13) atau Hanura (10) atau PKS (9) dan PAN yang punya 6 kursi, kan masih ada partai-partai lain seperti PPP (4), PKPI (3), dan PKB (3). Ayolah, PDIP hanya butuh empat kursi lagi ya kan?
Lalu, siapa calon PDIP dan partai lain itu? Hm, ini yang patut ditunggu.

Setidaknya baliho Maruarar Sirait dan Junimart Girsang sudah marak terpajang. Ada juga Ade Sandra Purba, pengusaha perempuan yang merupakan anak kader PDIP Simalungun yang juga sudah bergerak. Pun, banyak tokoh-tokoh Sumut yang telah mendaftar dan mengembalikan fomulir ke partai ini.

Dengan kenyataan ini, maka khayalanku makin berkembang ni. Anggaplah pasangan calon Erry-Ngogesa diusung Golkar-NasDem dan PDIP- partai dari Fraksi Persatuan Keadilan Bangsa mengusung kadernya sendiri, maka sudah ada dua pasang yang akan berlaga. Berapa lagi pasangan yang masih bisa berlaga? Hm, bisa jadi dua lagi.

Hayalanku kekgini, Demokrat yang punya 14 kursi tentunya akan mencari kawan. Melihat kedekatan Demokrat dengan PAN, bisa saja mereka berkoalisi. Demokrat selama ini masih konsisten dukungan mengarah ke ketua mereka di Sumut yakni JR Saragih. Dan, JR Saragih pun sudah sangat tampak pergerakannya.

Lalu, wakilnya tentu dari PAN yang punya 6 kursi. Pertanyaannya siapa? Bisa siapa saja, cukup banyak kader PAN yang mumpuni. Tapi, aku agak tertarik dengan kepindahan Soekirman dari PAN ke Golkar beberapa waktu lalu. Seandainya tak pindah, mungkin akan menarik juga jika sang bupati Serdang Bedagai berduet dengan Bupati Simalungun JR Saragih kan? Lalu, Gerindra yang punya 13 suara marak dikabarkan akan berkoalisi dengan PKS yang punya 9 kursi. Kader Gerindra yang menonjol adalah Gus Irawan Pasaribu dan Romo Raden Muhammad Safeiā€™i.

Keduanya pun, selain anggota DPR RI, punya pengalaman dalam Pilgubsu sebelumnya. Sementara PKS, terkabar juga jagokan Tifatul Sembiring yang mantan menteri itu. Dengan tiga nama yang muncul ini saja membuat komposisi pasangan lumayan repot ya.

Belakangan, koalisi ini malah dihubung-hubungkan dengan pasangan nonpartai, Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah. Artinya, ketika koalisi ini malah mendukung pasangan terakhir ini, maka mereka sama sekali tidak mengusung kader.

Edy adalah Pangkostrad yang juga ketua PSSI sedangkan Musa Rajekshah adalah pengusaha muda dan tokoh olahraga. Pertanyaannya, apakah Gerindra dan PKS mau?
Menariknya, Hanura yang punya 10 kursi sudah duluan dukung pasangan Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah.

Sang ketua Hanura Sumut yang baru terpilih secara aklamasi dan mengantongi rekomendasi dari Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura, Osman Sapta Odang (OSO), Kodrat Shah, malah sangat yakin partainya akan mendukung pasangan ini. Berarti, Hanura butuh 10 kursi lagi. Darimana kira-kira mereka mendapatkannya?

Suka atilah, yang jelas gara=gara Golkar yang mengeluarkan rekomendasi pasangan calon untuk Pilgubsu, aku jadi semangat menulis ini ya kan? Yang pasti, semuanya belum jelas. Masih cukup banyak kemungkinan-kemungkinan. Belum lagi pas dengar mantan Gubsu, Syamsul Arifin, mau maju lagi. Ayo, apa pula partainya ya kan? Apakah ini juga buka peluang Pilgubsu mau diikuti calon dari independen alias perseorangan?

Sekali lagi suka atilah ya kan. Yang jelas, makin rame calon makin asyik, makin banyak yang ditonton kan. Itu aja. He he he he.

7,679 total views, 2 views today

Tinggalkan Pesan