Buah Miskomunikasi Ya Gagal Paham

Posted by on Aug 14, 2017 in kombur | No Comments
Buah Miskomunikasi Ya Gagal Paham

Buah Miskomunikasi Ya Gagal Paham

Oleh: Elina Lubis
Sedikit bicara menyempitkan makna, banyak bicara bisa mengaburkan makna. Anda termasuk di bagian mana?
Panggung imajinasi terbuka. Lima tokoh perempuan dunia telah hadir. Duduk bersama. Persis di hadapan mereka beberapa mug minuman tampak menghias meja. Jumlahnya tidak serupa dengan jumlah mereka. Hanya ada tiga mug saja. Dua mug sedang dipegang oleh dua tokoh di antara lima tokoh perempuan itu. Dari lima tokoh itu, tidak semuanya penikmat kopi. Hanya dua saja yang menikmati kopi, sedangkan dua lainnya lebih memilih teh, dan hanya satu saja yang mugnya berisikan susu putih. Senyum dan tawa mewarnai dialog mereka yang santai. Sesekali mereka bahkan sampai terbahak, tatkala seseorang di antara mereka bercerita hal lucu. 

Malala Yousafzai adalah tokoh perempuan pertama yang berada di sana. Pada usia 19 tahun, Malala menjadi penerima penghargaan Nobel termuda. Dia juga menjadi simbol harapan bagi anak-anak perempuan. Pada usia 11 tahun, Malala menuliskan isi pikirannya tentang rezim Taliban dan hak pendidikan bagi anak perempuan. Dia juga mendirikan sekolah bagi pengungsi Suriah yang ada di Lebanon. Tokoh perempuan kedua adalah Grace Hopper. Seorang programmer yang mendesain komputer untuk memahami perkataan manusia. Dia adalah wanita pertama yang mendapat gelar Doktor Matematika. Pada usia 37 tahun menjadi  momen gemilang buat Grace. Sekarang, namanya diabadikan sebagai sebuah penghargaan bagi para programmer muda, yaitu ‘Grace Murray Hopper Award’.

Harriet Tubman menjadi tokoh perempuan ketiga. Dia menjadi inspirasi ribuan orang untuk memperjuangkan kebebasan setiap orang, apapun warna kulitnya. Pada 13 tahun, Harriet dipukuli dengan kejam karena menolak untuk melawan budak lainnya. Tapi wanita kulit hitam ini terus memperjuangkan hak kemerdekaan bagi tiap orang. Selama perang dunia (Civil War), Harriet menjadi perawat dan tergabung di pramuka. Di momen ini, dia banyak menulis dan berpartisipasi dalam reformasi sosial di Amerika Serikat. Ada juga tokoh perempuan yang merupakan seorang peneliti bernama Marie Sklodowska-Curie. Dia akrab disapa Marie Curie. Ini merupakan tokoh perempuan keempat yang hadir di sana. Dia menjadi peneliti pertama yang mendapat dua penghargaan Nobel karena membuka peluang bagi kaum wanita untuk berkontribusi di dunia sains.

Vera Obolenskaya merupakan tokoh perempuan kelima yang terlihat di sana. Wajah dan penampilan menarik menjadikannya sebagai model, sekretaris sekaligus perwira intelijen. Wanita asal Rusia ini bahkan berhasil mengorganisir lolosnya tahanan perang Inggris lewat perbatasan.

“Apa yang paling membuatmu resah saat ini teman?” ungkap Vera.

Mug yang sedang dia pegang diletakkannya di atas meja bulat.

“Ekonomi!” seru Harriet.

“Aku malah mengatakan pendidikan utama, karena dengan muatan pendidikan yang mumpuni, kita bisa memperbaiki ekonomi,” sahut Melala.

“Bagaimana dengan kesehatan? Puluhan tahun obat Hiv AIDS belum ditemukan bukan?” sebut Curie.

Hm, dan semuanya tidak akan meraih pencapaian yang luar biasa, jika dunia bisa berkomunikasi yang baik. Masalah datang karena miskomunikasi,” bilang Grace.

“Luar biasa? Apa kau yakin sudah luar biasa. Lagian sejak puluhan tahun, masalah kesehatan, pendidikan, ekonomi, juga komunikasi masih mendera umat manusia, bukan?” sahut Vera sembari menyeruput teh yang sudah mulai dingin itu.

“Bukan puluhan tahun, bahkan sejak manusia pertama hadir di bumi ini, komunikasi memang sebuah masalah,” sangkal Harriet.

“Anehnya dunia ini sudah mencetak puluhan mungkin ratusan pakar di bidang komunikasi, namun tetap saja masalah komunikasi antar manusia tetap saja terjadi,” ucap Melala.

“Hahaha..,malah lucunya mereka yang telah diakui sebagai pakar komunikasi pun bermasalah dengan caranya berkomunikasi,” ungkap Curie.

“Eh kita berlima bagaimana? Apakah dialog ini bebas dari miskomunikasi? Hehehe,” potong Vera tiba-tiba.

“Tergantung muatan diskusi yang kita bincangkan. Kalau di antara kita saling mempreteli kinerja kita. Aku pikir kita juga hanya manusia biasa, pastilah rada ‘tak suka’,” aku Grace.

“Wah kalau begitu, sebaiknya kita jangan bicarakan tentang kinerja kita di sini. Nanti payah kan? Hahaha,” kata Harriet.

“Ya..,hari ini kita cuma sekadar minum teh kan?” bilang Vera.

“Bukan ah, kita sedang minum kopi,” sahut Curie.

“Tapi aku memesan teh, bukan kopi,” jawab Vera.

“Dan miskomunikasi pun terjadi,” sambar Melala.

“Hah? Iya ya…,hahaha,” jawab Curie pelan, seperti menyadari ada sesuatu yang salah.

“Sudah, yang penting hari ini kita minum kopi dan teh, atau minum teh dan kopi. Itu lah pokoknya. Hahahaha,” tandas Harriet.

Imajinasi kian meredup. Cahaya putih samar terlihat. Hari ini, persis di atas tempat tidur. Saya terbangun. Ah sekadar mimpi rupanya. Tapi susu putih siapa yang punya? Eh…

 

7,589 total views, 2 views today

Tinggalkan Pesan