Catatan Merekam Saman (Mak, Aku Izin Pigi ke Gayo Ya…)

Posted by on Oct 3, 2017 in blak-blakan, melancong | No Comments
Catatan Merekam Saman (Mak, Aku Izin Pigi ke Gayo Ya…)

Catatan Merekam Saman : Mak, Aku Izin Pigi ke Gayo Ya…

Oleh Ahmad ‘Jon’ Ridwan Nasution

Visual Tarian Saman yang memecahkan rekor penari terbanyak (Halo Sumut/Jon)

Kisah ini mungkin sudah lama bahkan basi, tapi sayang untuk dibuang. Itulah sebab, izinkan saya berbagi kisah tentang perjalanan merekam momen pemecahan rekor Tari Saman beberapa waktu lalu. Bagi Anda mungkin hal ini biasa saja, tapi bagi saya sangat berharga. Jadi, bacalah he he he.

Kisah ini bermula ketika akhir Juli 2017 lalu. Saat itu, saya berangkat ke lokasi dampak Gempa Pidie Jaya, guna memberikan bantuan berupa perangkat alat tulis yang dikumpulkan melalui penggalangan dana “712 Pray For Pidie Jaya” yang dilakukan di Aceh dan Medan. Ketika makan siang di pinggiran laut di Pidie Jaya, senior-senior dari PFI Aceh pun membuka bicara.  “Woi! Nanti Agustus ada tari Saman masal mecahkan rekor. Pas 2014 kan 5.005 penari, tahun ini kabarnya 10.001 penari. Berangkatlah kelen woi!” celetuk senior yang merupakan seorang pewarta foto Antara.

Usai dari Pidie Jaya saya dan teman-teman PFI Medan pun bergeser menuju Banda Aceh sowan ke PFI Aceh. Di sebuah warung kopi di daerah Blangpadang senior PFI Aceh pun kembali membahas perihal Tari Saman masal 10.001 lagi.Hal ini membuat saya semakin bersemangat berangkat untuk mendokumentasikan sejarah yang akan memecahkan rekor MURI ini. Saya pun mencoba bertanya-tanya tentang kegiatan tersebut, kebetulan di warkop tersebut ada salah seorang panitia Tari Saman dari Yayasan Leuser Lestari. Tak pelak, langsung saja saya katakan akan turun merekam. “Bang, siapi dua seat ya buat Medan,” kata saya. Saat itu terpikir untuk mengajak Bang Ferdy Siregar.

Tak lama flyer dan teaser pun tersebar di sosial media, termasuk di Instagram sangat heboh. Para artis Indonesia juga ikutan posting untuk mengajak masyarakat menyaksikan pagelaran Tari Saman Kolosal yang nantinya akan memecahkan rekor MURI itu.

Sejurus dengan itu, saya sampaikan hal tersebut pada Bang Ferdy yang sudah sepakat untuk berangkat. “Bang Fer ini flyer udah keluar.”

Bang Ferdy langsung bertindak. Dia pun meneruskan flyer tersebut ke grup Whatsapp-nya. Dengan sigap dua temannya yang berasal dari Batam dan Jakarta pun menanggapi flyer ini dengan kata, “Bang Fer kami ikut ya.” Bang Ferdy pun langsung terkejut, apalagi ketika melihat kiriman tiket dari kota asal temannya ke kota Medan sebagai keseriusan. Artinya, kami berempat sudah siap berangkat.

Menunggu hari itu, sayapun mencari-cari referensi tentang saman di Youtube. Hal ini sengaja saya lakukan agar di lokasi tidak terlalu bingung dan tidak mengulangi frame yang telah ada pada 2014 lalu.

Kalau mau jujur, sejatinya sempat goyah juga ketika mau pergi ke acara tari saman ini. Pasalnya padadi tanggal yang sama ada gelaran musik besar di Kota Medan dan harusnya saya ada di situ untuk mendokumentasikan acara tersebut. Namun, hati saya tetap kukuh untuk berangkat ke Saman masal: Saman Saman Saman!

Dua hari jelang keberangkatan saya coba iseng menghubungi salah satu kantor berita luar negeri. “Bang ini ada event di Gayo, Tari Saman masal.”

Selang berapa menit chat Whatsapp saya pun dibalas “Ya Bang Ahmad, apa kabar? Acara itu memecahkan rekor ya?” balasnya.

“Ya benar itu nantinya akan memecahkan rekor MURI,” jawab saya sembari memberikan referensi video Saman dari Youtube.

“Oke kita mau video itu,” balasnya lagi. Tentu saja balasan itu membuat semangat saya membuncah. Singkat cerita, Jumat malam 13 Agustus 2017, sayapun bersiap membereskan barang-barang: tiga tas saya pun sudah penuh dengan laptop, pakaian, kamera, serta drone. Mungkin ini barang terbanyak saya selama bepergian untuk mengambil foto. Wah, wah, wah… gila ini.

“Mak aku izin ya pigi ke Gayo mau motret Tari Saman. Mungkin agak lama aku pulangnya karena siap dari Aceh mau lanjut ke Sinabung lagi bawa kawannya Bang Ferdy,” tentu saja saya permisi ke orangtua kan?

Tak lama masuk telepon dari Bang Ferdy. “Jon abang udah di seberang rumahmu ini ya,” katanya.

Setelah memastikan Bang Ferdy ada di seberang rumah, saya pun langsung bergegas. Abang saya pun sampai ikut-ikutan menaikann barang-barang ke mobil rentalan yang dikemudikan Bang Ferdy.

Cemana Bang Fer, kawan abang? Di mana kita jemput?” tanya saya begitu mobil melaju.

“Udah di stasiun kereta api orang itu, Jon.”

“Oke Bang, yok gas!”

Malam itupun jalan tidak terlalu ramai, cukup waktu setengah jam saja untuk kami sampai ke stasiun kereta api. Tak lama ketemulah dengan kedua teman Bang Ferdy walau awalnya sempat kesulitan, maklumlah mungkin stasiun kereta api Medan ini satu satunya stasiun yang tidak punya lahan parkir, sehingga mobil dan motor bertumpuk di pinggiran jalan.

Saya pun ikut membantu menaikkan barang-barang temannya Bang Ferdy yang cukup banyak. “Ya udah berserak aja dulu ya, Pak, nanti kita susun ulang lagi,” ujar saya.

“Kenalkan pak saya Jon, murid nya Bang Ferdy,” sambung saya lagi.

Mendengar kalimat saya Bang Ferdy langsung terkekeh. “Ah kau ini Jon bisa aja.”

Setelah semua di posisi dan mobil mulai melaju, perut mulai terasa lapar. Apalagi kedua teman Bang Ferdy itu, sangat mungkin mereka belum makan dari Batam sana. “Gimana mau makan apa Pak?” keluar tanya dari mulut Bang Ferdy.

“Saya pengen makan yang berkuah. Apa ya, sop, atau apalah sejenisnya,” balas kawan Bang Ferdy.

Mobil pun langsung melju menuju Sop Kambing Datuk yang terletak di Jalan Gagak Hitam Ringroad, Medan.

“Pak, aku kambing.”

 “Pak, aku sapi ya…”

Hehehe, sempat tertawa juga mendengar segala pesanan kami itu.

Begitu hidangan tersedia, kedua kawan Bang Ferdy tampak sangat lahap menyantap. Terus terang saja, saya sempat tercengang melihat adegan di deapn mata itu. Hm, apa mungkin tak ada makanan seenak itu ya di kota mereka, terserahlah.

“Tambo Pak tambo,” teriak saya pada penjual. Sepiring dua piring hingga tiga piring nasi pun habis dilahap dua bapak-bapak ini. Saya dan Bang Ferdy pun saling tengok-tengokan dan menggeleng gelengkan kepala.

6,763 total views, 2 views today

Tinggalkan Pesan