Cuma Satu Plt Gubsu yang Tak Jadi Gubernur

Posted by on Aug 16, 2017 in gubsu tanda petik | No Comments
Cuma Satu Plt Gubsu yang Tak Jadi Gubernur

Kumpulan Foto Mantan Gubsu & Foto Gubsu (Sumber : Google)

Sumatera Utara hingga kini memiliki 18 gubernur definitif dan 4 pelaksana tugas (Plt). Dari 18 gubernur definitif itu ada satu orang yang dua kali menjabat, sebagai gubsu pertama dan gubsu keempat, dia adalah SM Amin. Dan dari empat plt Gubsu, hanya satu yang tidak jadi definitif, dia adalah Sarimin Reksodiharjo.

Nama yang belakangan disebut ini menjadi plt Gubsu pada 14 Agustus 1950 hingga 25 Januari 1951. Sarimin Reksodiharjo merupakan alumni sekolah pamong praja (OSVIA) di Bandung. Ketika sekolah hukum (Reehtshoogeschool) di Batavia membuka akademi pemerintahan (Bestuursacademie), salah satu siswa yang diterima adalah Sarimin Reksodiharjo. Pada tahun 1941, Sarimin Reksodiharjo termasuk salah satu dari 14 orang lulusan pertama Bestuursacademie.

Di kemudian hari Sarimin Reksodiharjo ‘dikirim’ Kementerian Dalam Negeri untuk menengahi permasalahan yang sulit di Sumatra Utara (Aceh, Tapanuli, dan Sumatra Timur). Dia dibantu oleh tokoh kuat Binanga Siregar, mantan residen Tapanuli di era perang (sebelum gencatan senjata jelang KMB) dan Daudsyah dari Aceh. Mereka bertigalah yang membidani lahirnya Sumatra Utara yang baru. Setelah semua berhasil dan mulai normal, Sarimin Reksodiharjo ditarik kembali ke Jakarta dan sebagai penggantinya Abdul Hakim Harahap. Hal ini berbeda dengan tiga plt Gubsu yang lain yakni Rudolf Pardede, Gatot Pujo Nugroho, dan Tengku Erry Nuradi.

Rudolf Pardede yang sebelumnya menjadi wakil gubsu diangkat sebagai plt setelah Gubernur T Rizal Nurdin meninggal dalam kecelakaan pesawat. Dia menjabat sebagai plt pada 5 September 2005 hingga 10 Maret 2006. Setelah itu, dia pun ditetapkan sebagai gubernur definitif hingga masa tugas berakhir 16 Juni 2008.

Setelah Rudolf lengser, terpilihlah Gatot Pujo Nugroho sebagai wakil Gubsu dan Syamsul Arifin sebagai Gubsu. Dan, pada 21 Maret 2011-14 Maret 2013, Gatot menjadi plt Gubsu setelah Syamsul Arifin dinonaktifkan dikarenakan terjerat kasus perkara tindak pidana korupsi penyalahgunaan APBD Kabupaten Langkat pada 2000-2007. Lalu hingga 16 Juni 2013 Gatot pun ditetapkan sebagai Gubsu definitif.

Gatot tak sampai di situ, dia mencalonkan diri lagi sebagai gubernur dan menang. T Erry Nuradi menjadi wakilnya. Sang wakil pun akhirnya mengikuti jejak pendahulunya dijadikan plt. Tepatnya sejak 11 Agustus 2015 hingga 25 Mei 2016. Hal ini terjadi karena Gatot ditetapkan sebagai tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus penyuapan Hakim PTUN Medan. T Erry kemudian diangkat sebagai gubernur pada 25 Mei 2016. (ragam sumber)

7,110 total views, 3 views today

Tinggalkan Pesan