FL Tobing, Satu-satunya Gubsu yang Diabadikan Jadi Bandara

Posted by on Aug 16, 2017 in gubsu tanda petik, sang mantan | No Comments
FL Tobing, Satu-satunya Gubsu yang Diabadikan Jadi Bandara

Foto FL Tobing (Sumber : Google)

Gubsu ini pernah menjadi menteri penerangan, menteri urusan hubungan antar daerah, dan menteri negara urusan transmigrasi dalam Kabinet Ali. Pun, dia pernah menjabat sebagai gubernur militer Tapanuli dan Sumatera Timur Selatan. Padahal, dia seorang dokter.

Ya, Ferdinand Lumbantobing atau sering pula disingkat sebagai FL Tobing adalah lulus sekolah dokter STOVIA pada tahun 1924. Setelah tamat, dia bekerja di CBZ (sekarang Rumah Sakit Umum Cipto Mangunkusumo) Jakarta bagian penyakit menular. Dari situ ia dipindahkan ke Tenggarong (Kalimantan Timur), kemudian ke Surabaya sampai pada 1935. Sesudah itu, ia bertugas di Tapanuli, mula-mula di Padangsidimpuan, kemudian di Sibolga.

Kemudian, Gubsu kedua yang menjabat pada 1 Desember 1948 hingga Desember 1949 itu sempat diangkat menjadi dokter pengawas kesehatan romusya pada zaman kependudukan Jepang. Pada 1943 ia diangkat menjadi ketua Syu Sangi Kai (Dewan Perwakilan Daerah) Tapanuli di samping anggota Cuo Sangi In. Pada masa awal revolusi dia merupakan tokoh penting di Tapanuli. Pada bulan Oktober 1945 ia diangkat menjadi Residen Tapanuli.

Lahir di Sibuluan, Sibolga pada  19 Februari 1899, FL Tobing meninggal di Jakarta, 7 Oktober 1962. Beliau dikukuhkan menjadi Pahlawan Kemerdekaan Nasional 17 November 1962 Keppres No. 361 Tahun 1962. Pemerintah Republik Indonesia meminta kepada keluarga agar almarhum dimakamkan di Taman Pahlawan, Kalibata, Jakarta. Namun, pihak keluarga menolak. Pasalnya, sesuai wasiat FL Tobing, dia minta dimakamkan di kampung halamannya Sibolga.

Atas jasa-jasanya, banyak jalan yang disebut Jalan Prof Dr Ferdinand Lumbantobing. Pun, dialah Gubsu satu-satunya yang namanya diabadikan sebagai bandar udara di Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah. Penabalan nama itu sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Perhubungan No KM.81 Tahun 2002, yakni, menjadi Bandar Udara Dr Ferdinand Lumbantobing Tapanuli Tengah. (ragam sumber)

8,153 total views, 2 views today

Tinggalkan Pesan