Harap-Harap Cemas Delapan Jam Pemeriksaan JR Saragih

Posted by on Mar 21, 2018 in gubsu tanda petik | No Comments
Harap-Harap Cemas Delapan Jam Pemeriksaan JR Saragih

JR Saragih menyapa pendukungnya, setelah diperiksa selama delapan (8) jam di kantor Bawaslu Sumatera Utara, Senin (19/3). (halosumut/Ahmad Ridwan Nasution)

Medan, (halosumut)

Senin adalah hari melankolia bagi JR Saragih. Delapan jam pemeriksaan di kantor Bawaslu Sumatera Utara (Sumut) menjadi agenda penting yang harus dijalani pria yang maju menjadi calon orang nomor satu di pemerintahan Provinsi Sumut. Penegakan Hukum Terpadu (Gakummdu) Sumut yang menetapkan pria bernama lengkap Jopinus Ramli Saragih ini sebagai tersangka atas pemalsuan tanda tangan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sopan Andrianto, menjadi alasan mengapa JR harus berada di sana, pada Senin (19/3).

Ramai, sesak, pagi itu di kantor yang beralamatkan di jalan H.Adam Malik No.193, Kota Medan ini menjadi pertanda, hari itu bukanlah hari yang biasa. Pantauan halosumut, tak seperti biasanya, pelataran kantor dipenuhi mobil-mobil polisi lengkap dengan personilnya. Faktor keamanan menjadi hal penting yang harus dijaga pihak kepolisian saat itu. Suara-suara yang meneriakkan “JR-ANCE….JR-ANCE…” samar terdengar, namun lambat laun teriakan itu semakin jelas.  Ratusan massa datang mendekati kantor itu, ada yang datang menggunakan becak, ada yang menggunakan angkot, bahkan ada yang menggunakan odong-odong.

Menjelang siang, jumlah massa yang mengatasnamakan kelompoknya sebagai pendukung JR-ANCE kian banyak yang datang. Meskipun matahari setia dengan teriknya, namun mereka tak pantang menyerah. Mereka berorasi, bernyanyi, berjoged demi mendukung pria yang mengakhiri kariernya di militer, dan memilih mengembangkan usaha yang sudah dirintisnya, sebuah klinik kesehatan di Purwakarta kala itu.

Petugas Kepolisian bersiaga mengamankan situasi selama persidangan JR Saragih dilangsungkan, Senin (19/3) di Kantor Bawaslu Sumut. (halosumut/Ahmad Ridwan Nasution)

Sisi lain puluhan awak media siaga di depan ruang pemeriksaan. Pintu ruangan pemeriksaan itu bolak-balik terbuka, namun JR belum keluar juga. Bahkan beberapa orang yang hilir mudik masuk ke ruangan itu pun tak mengatakan sepatah kata pun, termasuk kuasa hukum JR Saragih, Ikhwaluddin Simatupang. Pengamanan berlapis memang dilakukan oleh pihak kepolisian Polda Sumut terhadap Bupati Simalungun ini.

JR sempat keluar dari ruangan pemeriksaan itu. Namun itu karena pria ini hendak ke toilet. Berjam-jam penantian pun akhirnya sampai pada titiknya. Pemeriksaan telah usai, JR pun keluar dari ruangan itu. Dalam amatan halosumut, dia tampak lemas, wajah pria kelahiran 10 November 1968 ini pun terlihat lesu. Begitupun dia tetap menyapa para pendukungnya, juga melambaikan tangan pada awak media yang menunggunya.

Seperti ada kekuatan yang terstimulasi bagi massa pendukungnya. Begitu melihat sosoknya keluar dari kantor Bawaslu, teriakan massa pun bergemuruh. Teriakan “Hidup JR…,hidup JR…” kian kencang mereka teriakkan. Belum sempat dia berbicara, JR meneteskan air matanya.

“Saya sangat berterima kasih kepada pihak Polda Sumut yang telah memberikan kenyamanan selama pemeriksaan. Saya juga berterima kasih kepada para pendukung saya. Saya pinta agar kita semua pulang ke rumah masing-masing dengan aman dan damai, tetap menjaga kondusifitas Sumatera Utara,” kata pria yang pernah mendapat penghargaan sebagai Kepala Daerah Inovatif 2014 dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) ini kepada massa pendukung yang berdiri di hadapannya. Pada kesempatan itu, di akhir sambutannya JR mengatakan dirinya akan kembali menjadi Bupati Simalungun sembari menunggu keputusan dari PT TUN tentang perkembangan kasusnya ini.

JR Saragih disambut massa pendukungnya, kala keluar dari ruangan pemeriksaan di Kantor Bawaslu, Sumut, Senin (19/3). (halosumut/Ahmad Ridwan Nasution)

Tidak Memenuhi Syarat

Sebagai informasi, langkah politik JR Saragih menuju kursi kepemimpinan Sumatera Utara satu (1) ini boleh dibilang tak mudah. Pasalnya JR beberapa kali tersangkut masalah. Terkait itu sebelumnya JR telah dua kali dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) untuk menjadi Calon Gubernur dengan sekelumit permasalahan berkas berkas di antaranya Ijazah.

Begitupun JR melengkapi kelengkapan surat-surat tersebut. Namun dalam proses melengkapi berkas beredar kabar bahwa Ijazah JR Saragih hilang, sehingga dia harus menggunakan Surat Keterangan Pengganti Ijazah (SKPI) sebagai pelengkap berkas tersebut. Sampai akhirnya Penegakan Hukum Terpadu (Gakummdu) Sumut menetapkan JR Saragih sebagai tersangka atas pemalsuan tanda tangan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sopan Andrianto.

Haru merebak di wajah pendiri RS Efarina Etaham sekaligus SMA/SMK Plus Efarina dan Universitas Efarina ini. Pun tampak di wajah-wajah massa pendukungnya. Air matanya kembali menitik pada pipinya, hingga sebuah kendaraan roda empat berwarna putih datang. JR pun beranjak dari sana. Dia melesak masuk ke dalam mobil itu, sembari mengusap air matanya. Duh…! (Ahmad Ridwan Nasution)

2,406 total views, 3 views today

Tinggalkan Pesan