Jadi Inspektur Upacara Bendera, Ijeck Berlumpur Hayati Kemerdekaan

Posted by on Aug 17, 2017 in gubsu tanda petik | No Comments
Jadi Inspektur Upacara Bendera, Ijeck Berlumpur Hayati Kemerdekaan

Musa Rajekshah beserta jajaran pemerintah melaksanakan upacara HUT RI ke 72 di kawasan mangrove,Bagan Percut, Deli Serdang (17/8). (Dok Panitia)

Percut Seituan, (halosumut) “Saya terharu. Ini pertama sekali dalam hidup saya memperingati kemerdekaan dari dalam lumpur.”

Kalimat itu meluncur lancar dari mulut Musa Rajekshah ketika memimpin upacara bendera di kawasan Bagan Percut, Deliserdang. Saat berucap, kedua kakinya berada dalam lumpur. Tidak sekadar kaki, lumpur pun seakan menelan tokoh pemuda Sumatera Utara itu hingga pinggang. Celana hitamnya jelas basah serta berlumpur. Pun, baju kemeja putih yang dikenakannya tak luput dari kotor.

Ya, Musa Rejekshah yang akrab disapa Ijeck ini memang sedang memimpin Upacara Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia di lumpur mangrove yang berada di kawasan tersebut, Kamis (17/8/17). Dengan suaranya yang jelas, di hadapan khalayak yang menjadi peserta upacara – yang semuanya juga berada dalam lumpur – dia pun tak lupa mengajak untuk menghayati kemerdekaan dengan tingkah laku positif. Salah satunya, peduli lingkungan. Terutama dengan lingkungan tempat mereka hadir, kawasan mangrove. Pasalnya, keberadaan pohon mangrove yang memiliki fungsi sebagai penahan laju abrasi kini mulai memprihatinkan. Itulah sebab, Ijeck salut dengan pahlawan-pahlawan lingkungan yang telah menyerahkan hidupnya untuk membenahi keberadaan mangrove di Percut dan tempat-tempat lainnya di Sumatera Utara.

Sejatinya kehadiran tokoh yang marak dikabarkan akan maju sebagai calon wakil gubernur Sumatera Utara ini atas inisiatif Komunitas Rumah Mangrove. Adalah Wibi Nugraha yang menghubungi Ijeck dan memintanya menjadi inspektur upacara di lumpur mangrove tersebut.

“Upacara di lumpur mangrove adalah agenda tahunan kami,” buka Wibi yang merupakan pentolan Komunitas Rumah Mangrove itu usai upacara bendera.

“Biasanya upacara seperti ini hanya kami dan teman-teman saja. Tahun ini kami mengundang Ijeck karena kami ingin melihat kepeduliannya terhadap lingkungan,” tambahnya.

Menurut Wibi, imej Ijeck yang selama ini sebagai pemuda kaya raya dengan hidup yang glamour menjadi tantangan tersendiri. Artinya, mereka ingin menguji imej tersebut, benar atau tidak. Masalahnya, dia tidak kenal dan sama sekali tidak memiliki kontak Ijeck. “Saya minta ke beberapa kawan tidak diberi. Akhirnya saya dapat nomor Ijeck dari seorang penjaga malam di Pajak Sentral,” cerita bapak satu anak itu.

Setelah mendapat nomor itu, Wibi pun langsung mengirimkan pesan pendek. Isinya, dia meminta Ijeck menjadi inspektur upacara kemerdekaan di lumpur mangrove. Eh, pesan itu langsung berbalas dengan kata: boleh.

7,837 total views, 5 views today

Tinggalkan Pesan