Just for Fun ala Upload Kompakan

Posted by on Aug 8, 2017 in komunitas | No Comments
Just for Fun ala Upload Kompakan

Medan, (halosumut) Inilah sebuah komunitas yang anggotanya adalah para wanita yang gemar memotret. Diprakrasai oleh Echi Sofwan, seorang ibu rumah tangga yang berasal dari Medan. Berawal dari dua hobi utamanya. Pertama adalah hobi foto. Kedua, Echi juga hobi hunting barang pecah belah (seperti piring cantik, cangkir, dan sebagainya di online shop di instagram. Sosial media pun mempertemukannya dengan para pecinta barang pecah belah lain. Bungsu dari sembilan bersaudara ini pun lantas mengajak teman-teman sehobinya itu untuk bersama-sama mengupload foto-foto barang pecah belah yang berhasil mereka hunting di instagramnya masing-masing. Dan inilah awal mula nama komunitas ini tercipta. Pikiran Echi sederhana saja, setiap hari upload kompakan bersama. Jika begitu setiap kali upload kita gunakan tagar #uploadkompakan. Eh rupanya tagar ini banyak digunakan. Pikiran Echi pun berkecamuk lagi. Menurutnya sayang jika foto ibu-ibu yang pakai tagar #uploadkompakan tidak dikumpulkan. Akhirnya persis 9 September 2014 secara resmi, dia pun membuat akun instagram @uploadkompakan.

‘Just for fun’ menjadi tujuan utamanya mendirikan Upload Kompakan ini. Echi bilang, mengapa ‘just for fun’? karena foto yang masih blur pun komunitas ini hargai. Begitupun sebagai muslimah, maka Echi menegaskan hobi ini tidak boleh bertentangan dengan aturan Allah. Beberapa di antaranya tidak diperkenankan mempertontonkan anggota tubuh mana pun selain batasan aurat (jari tangan). Katanya jangan sampai hobinya itu membawa mudharat. Dia tak mau mengajak orang untuk berbuat yang bertentangan dengan aturan Allah. Artinya meskipun hanya di dunia maya, Upload Kompakan kelak harus bisa dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Dengan begitu, mungkin dengan niatan ini, bisa memberantas maksiat selfie-selfie, bilangnya.

Menariknya untuk mengelola komunitas ini, Echi memiliki tim yang ia sebut UKTeam (Upload Kompakan Tim) yang terdiri atas tiga orang muslimah asal Samarinda, Bandung, dan Palembang. Dalam perkembangannya, komunitas ini semakin banyak digandrungi khususnya oleh kaum perempuan pecinta fotografi. Hingga kini Upload Kompakan sudah memiliki pimpinan di masing-masing daerah di Indonesia. Leader (pimpinan) di masing-masing daerah. Sebutlah di Sumatera Utara, Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, Makassar, Bali, dan seterusnya, komunitas ini sebut dengan panggilan ‘Bulur’ atau Bu Lurah. Sampai saat ini sudah ada 40 Bulur, termasuk di Qatar dan Eropa loh.

Menyinggung soal peraturan dalam komunitas ini, Echi bersama timnya menetapkan beberapa peraturan agar bisa bergabung di komunitas yang anggotanya dipanggil dengan sebutan kompakers ini. Beberapa di antaranya adalah komunitas ini tidak memperbolehkan upload makhluk hidup, anggota tubuh manusia, tidak boleh patung, tidak boleh hewan, rokok dan miras tidak boleh, tidak boleh SARA, dengan periode upload mulai jam 06.00 pagi sampai jam 19.00 malam. Selanjutnya, ba’da Isya, Echi dan timnya akan meng-upload kolase dari foto-foto terbaik dari hari itu yang telah mereka pilih. Rata-rata seharinya ada 400 – 1.900 foto mengikuti aktivitas upload foto #uploadkompakan. Echi dan timnya pun memilih beberapa yang terbaik.

Untuk bisa bergabung ke komunitas ini, calon anggota harus terlebih dahulu mem-follow akun instagram @uploadkompakan. Setelah diterima oleh admin, barulah anggota baru tersebut diizinkan dan dimasukkan ke komunitas untuk meng-upload foto sesuai tema harian. Menerut Echi seiring dengan semakin besarnya anggota komunitas ini, tawaran bekerjasama juga datang silih berganti, mulai dari perusahaan skala internasional hingga OL Shop rumahan. Diakuinya dalam melakukan kerjasama, komunitas ini masih pilah-pilih. Perusahaan yang terlibat riba tidak akan bisa bekerjasama dengan komunitas ini. Sedangkan untuk perusahaan, komunitas ini menerapkan fee kerjasama. Namun khususn untuk OL Shop biasanya, komunitas ini hanya minta kirim produk saja. Setidaknya Echi bilang hitung-hitung membantu juga.

Sesekali mereka juga menjadi media patner dalam kegiatan launching produk. Seperti dua pekan lalu, komunitas ini hadir menyemarakkan peluncuran produk footware Medina di Medan. Tepatnya acara dilangsungkan di JM Bariani, Jalan Pemuda Medan. Produk yang mengusung konsep halal ini boleh dibilang sangat pro dengan visi misi komunitas ini. Bahkan Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan dan Kualitas Keluarga Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Kota Medan, Marhamah mencontohkan komunitas ini sebagai role model perempuan yang berkualitas.

Dalam meningkatkan skill fotografinya, jika semula hanya bermodalkan smartphone hingga kini menggunakan kamera profesional. Echi bahkan mengikuti kursus fotografi di Jakarta untuk meningkatkan skillnya. Memang pada akhirnya dia mulai menggemari dan menekuni food photography sejak Upload Kompakan eksis. Apalagi lama kelamaan temanya kebanyakan makanan atau minuman. Echi pun makin suka sama food photography. Berbuah hasil, dia pun dipercaya memegang foto produk dari beberapa brand kenamaan baik lokal pun nasional. Kosmetik Wardah, Medan Napoleon, Bika Ambon Zulaikha, merupakan beberapa klien-klien yang menggunakan jasa fotografinya. Dia juga mengajak para muslimah yang hobi fotografi untuk lebih menekuni genre food photography. Sebab genre ini menurutnya tidak melanggar aturan Allah soalnya hanya memfoto benda mati. Menariknya bisa juga membantu teman dan kerabat yang punya usaha makanan.

Saran Echi bagi yang menyukai fotografi, agar jangan menunggu kamera mahal baru mau mulai ambil foto. Sering-sering berlatih, lama-lama pasti mahir, imbuhnya.

Nah Khusus untuk food photography dengan smartphone, secara pribadi dia memberi saran kalau ftografi itu kuncinya cahaya, kalau cahaya kurang secanggih apa pun kamera smartphone pasti akan tidak bagus, akan noise. Bagi Anda yang ingin mengabadikan foto makanan, Echi bilang jangan menggunakan flash. Pun sudut pengambilan, bird eye view adalah angle paling pas untuk pengguna smartphone. Komposisi juga harus diperhatikan. Intinya bagaimana menghasilkan foto makanan itu jadi menyelerakan.

Kedepannya Upload Kompakan berencana untuk melaksanakan gathering nasional di Jakarta, September 2017 mendatang. Mereka memang rajin membuat meet-up per daerah, ini juga yang membuat mereka makin kompak sekaligus menjalin silaturrahmi. Tapi adakah anggota komunitas ini yang berjenis kelamin lelaki? Echi bilang Upload Kompakan ini sebenarnya khusus perempuan, tapi akhirnya komunitas ini menerima laki-laki asalkan dia benar-benar hobi foto, dan anggota Upload Kompakan hanya diperbolehkan sekadar upload. Meskipun tidak menutup kemungkinan fotonya bisa terpilih di foto terbaik harian atau menang di challenge yang diadakan. Tapi syarat utama mereka tidak boleh join di grup dan tidak boleh ikut meet-up (pertemuan). Upload Kompakan adalah sebuah keluarga. Kemana pun pergi, kita sudah memiliki teman. Malah syukurnya menambah banyak teman. Kekompakan mereka juga tak sebatas pertemuan atau meet-up, pun tidak hanya melakukan kegiatan fotografi, namun juga beberapa kegiatan lain. Mulai dari pengajian, kegiatan sosial seperti penggalangan dana untuk anak-anak penderita kanker, panti asuhan, panti jompo, sumbangan untuk pondok tahfidz Qur’an, hingga pembagian masker untuk bencana asap di berbagai daerah Indonesia, dan para korban bencana alam. Echi meyakini satu hal yang dia peroleh dari gurunya, yakni ada berkah dari berjamaah. Jika bersama lebih mudah berbuat kebaikan. (Elina Lubis)

7,124 total views, 4 views today

Tinggalkan Pesan