Kahiyang dan AHY Sama-sama Siregar, Jokowi dan SBY Jadi Apa?

Posted by on Nov 21, 2017 in kombur | No Comments

Kahiyang  dan AHY Sama-sama Siregar, Jokowi dan SBY Jadi Apa?

Oleh Kenon BB

Kekmanalah caranya aku mulai nulis ini ya kan, malas juga sebenarnya, tapi gak tahan kepalaku. Rasanya kek gatal gitu. Habis tu, rugi kurasa kalo gak kutulis, agak-agak unik pula ya kan.

Udahlah, ginilah ceritanya. Pasal anaknya Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang mau kawin dengan anak Medan itu. Ya, si Kahiyang Ayu. Dia kan dapat suami bermarga Nasution, jadi dikasihlah dia marga Siregar. Karena dia perempuan, disebutlah dia boru Regar kan.

Sebetulnya gak ada masalahnya itu. Biasa aja. Namanya orang Tapanuli, biasanya memberikan marga kan? Mamakku yang orang Bengkulu pun dikasih marga pas dikawini bapakku; kebetulan dikasih boru Regar juga. Tapi udahlah, panjang kali nanti kalo ngomongi pasal mamakku kan, kita balik ajalah ke Kahiyang ya.

Yang ganggu otakku, kekmanalah ceritanya nanti Kahiyang jadi boru Regar. Bukan apa-apa, boru Regar itu terkenal lho. Tanyaklah ma orang Sumut, kekmana mahluk yang berlabel boru Regar itu. Kalo klen gak sempat nanyak-nanyak, kukasih taulah sikit ya. Begini, boru Regar itu terkenal karena karakternya yang menonjol. Dalam kehidupan berumah tangga, dia biasanya pegang semua. Bukan sembarang pegang kendali, dia malah luar biasa. Itulah sebab, di Sumut atau Medan, sudah jadi cerita umum (bahasa kerennya ‘joke’ lah) kalo suami beristri boru Regar jadi aman setelah mati. Tidak ada siksa kubur. Dengan kata lain, siksa kubur si suami udah dia dapat pas di dunia karena beristri boru Regar tadi. Tak percaya klen dengan yang kutulis, sila tanya ma orang Medan atau Sumut ya.

Jadi, kubayangkanlah Kahiyang boru Regar ya kan. Kekmana itu ya? Bukan aku sepelekan karakter Kahiyang, tapi dia kan putri Jawa. Kata orang, putri Jawa itu kan lembut, bagus layani suami, santun, bicara gak tembak langsung, dan sebagainya. Tapi, kekmana bentuknya kalo Kahiyang jadi boru Regar kayak kebanyakan? Lucu atau malah mengerikan?

Tapi udahlah, sisi baiknya, biasanya laki-laki beristri boru Regar itu cenderung sukses lho. Kenapa? Ya, karena kalo lakik lagi tak berdaya, boru Regar bisa ambil alih. Boru Regar itu terkenal pekerja keras; mungkin itulah sebab mulutnya bisa lancar merepet. He he he.

Apapun itu, darah Kahiyang, meski diberi marga, tetap aja Jawa. Jadi, yang kubayangkan, akan sangat hebat dia kalo karakter boru Regar itu bisa terserap ya kan. Bayangkan aja, keuletan ala Jawa digabung dengan kerasnya ala boru Regar, fiuh mantaplah; siapa yang gak syur? Parahnya kalo kebalikan, bagus layani suami ala Jawa digabung dengan merepet ala boru Regar; sambil melayani sambil merepet! Fiuh, ancurlah: siapa yang syur?

Pasal karakter udahlah ya, kita belok ke pasal kenapa dikasih boru Regar. Kata berita-berita ya karena mamaknya si Bobby Nasution memang boru Regar. Jadi, biasanya itu, istri dikasih marga mamak si laki-laki. Selesai. Apalagi mau dibahas kan? Urusan kekgitu udah kekgitu dari dulunya. Memang, kalo di Mandailing, Nasution itu identik dengan Lubis. Katanya, itu pasangan ideal. Sama-sama raja di Mandailing. Saking idealnya, hubungan dua marga itupun sampek disingkat menjadi Lunas alias Lubis-Nasution.  Kalo klen gak percaya, coba ceklah, banyak kali pasangan Lunas di dunia ini. Terus, kenapa Kahiyang gak dikasih boru Lubis aja? Tu dia, kan mamaknya Bobby bermarga Siregar. Selesai. Gitu kan?

Sejurus dengan Kahiyang, sebelumnya anak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga dikasih marga Siregar. Ya, si Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu. Kenapa? Ya, karena dia kawini Annisa Pohan. Kenapa pula bisa Siregar, kok gak marga lain? Jangan marah dulu, AHY dikasih marga Siregar karena dalam Batak, AHY itu adalah anak dari amangborunya Annisa Pohan. Dengan kata lain, amangboru itu adalah laki-laki yang mengawini perempuan bermarga Pohan. Dengan kata lain, Ibu Ani SBY tak lain adalah kakak atau adik dari bapaknya Annisa Pohan. Nah, apa marga suami Bu Ani yang tak lain SBY itu? Ya, Siregar!

Bukankah SBY Jawa dan kapan pula dia dikasih marga Siregar?  Ya, tidak pernah. Pada 2011 lalu, SBY hanya dapat  gelar Patuan Sorimulia Raja dari Angkola, tanpa embel-embel marga Siregar. Lalu? Gak sah bingunglah. Ceritanya, Siregar itu adalah margaboru bagi Pohan di Tapanuli Bagian Selatan. Artinya, pihak pengambil istri. Dengan kata lain, yang memperistri boru Pohan dari Tapanuli Bagian Selatan, dikasih marga Siregar. Gitu ajalah.

Terus, yang nambah gatal otakku, kok bisa ya anak presiden ke-6 dan ke-7 sukanya sama marga Pohan. AHY sama Annisa Pohan. Kahiyang sama Bobby Nasution. Kan sama. Ups, tunggu dulu, bagi yang Mandailing jangan marah dulu ya. Kutulis ini dari sudut tarombo Toba; kalo dari sudut Mandailing tentu beda. Nasution itu kan kalo dari sudut Toba merupakan anak dari Si Bagot Ni Pohan (marga Pohan) kan?

Tapi udahlah ya, kan sama-sama dapat Siregar juga. AHY Siregar. Kahiyang boru Regar. Masalah silsilah, agak repot kutulisnya. Banyak kali jalur dan versinya. Jadi, kugantilah ya: kok bisa ya anak presiden ke-6 dan ke-7 kompak bermarga Siregar? Adik beradiklah jadinya ya kan?

Kasarnya, kalo AHY Siregar maka SBY Siregar juga kan? Kalo Kahiyang boru Regar, Jokowi Siregar juga kan? Hm, SBY dan Jokowi adik beradik juga ya kan. He he he.

Tapi, kenapa SBY jadi pengambil istri sedangkan Jokowi pemberi istri? Kenapa SBY yang bermarga Siregar menjadi margaboru dan Jokowi yang bermarga Siregar menjadi margaraja? Nah, kekmana itu, makin gatal kepalaku lah (ketombean kurasa).  (*)

 

4,329 total views, 4 views today

Tinggalkan Pesan