Katakan Tidak Mau pada Isu SARA

Posted by on Mar 24, 2018 in gubsu tanda petik | No Comments
Katakan Tidak Mau pada Isu SARA

Edy Rahmayadi beserta isteri, Nawal Lubis diberikan ulos penghormatan oleh tokoh adat Humbahas, dalam acara temu ramah di Posko Pemenangan di Humbahas, Rabu (21/03/). (Media Centre for halosumut)

Humbahas, (halosumut)

Sebuah tanya dilontarkan Edy Rahmayadi dalam acara temu ramah di Posko Pemenangan Kantor DPD II Partai Golkar Kabupaten Humbahas, Jalan KK Luther Pasaribu, No. 4D Sanggul, Humbahas, Rabu (21/03/).

“Mengapa kita mudah terpecah belah, dan termakan oleh isu-isu menyesatkan? Apa karena kita tidak sejahtera? Oleh karena itu pertama kali yang harus kita kerjakan bersama, bagaimana rakyat kita ini sejahtera. Karena semua agama kita pasti mengajarkan kebaikan,” ujar mantan Pangkostrad yang maju sebagai calon Gubernur Sumatera Utara (Sumut) itu.

Belakangan ini Indonesia memang sedang diuji dengan isu SARA. Edy pun menghimbau agar masyarakat tidak terpecah belah dengan isu SARA. Bahkan, meskipun Edy seorang Muslim, dan jika diamanahkan oleh rakyat menjadi Gubernur Sumut,  dia garansi kalau dirinya mampu menjadi pemimpin yang amanah untuk semua golongan.

“Masyarakat Sumut jangan mau terjebak dan larut dalam polemik murahan yang malah membuat Sumut semakin terpuruk. Perbedaan suku, adat budaya, dan agama merupakan kekayaan yang seharusnya membuat kita semakin kuat. Mari kita bergandengan tangan membangun Sumut bermartabat,” tegasnya di tengah masyarakat yang hadir.

Dikatakannya Provinsi Sumut terus tertinggal dengan provinsi-provinsi lain yang sebelumnya jauh di bawah Sumut dari sisi pembangunanannya. Bahkan mirisnya, berdasarkan beberapa survei tentang Kesejahteraan,  kesenangan,  dan kebahagian Sumut berada diperingkat kedua paling bawah diatas Papua. Hasil survey yang dia baca pada Rabu pagi tadi cukup menganggu benaknya.

“Ternyata Sumut peringkat 33, satu tingkat di atas Papua. Kita dibawah NTT. Kondisi ini sudah tidak benar, dan tidak bisa dibiarkan. Sumut yang kaya akan Sumber daya alam dan manusianya, tapi kok terus tertinggal,” bilangnya.

Hadir dalam tatap muka dan silaturahmi tersebut para anggota legeslatif dari partai pengusung, tokoh agama,  tokoh adat serta ormas Pemuda Pancasila dan AMPI. Acara yang berlangsung sederhana itu, Edy menyampaikan rasa syukurnya atas doa dan dukungan masyarakat yang besar, agar dirinya dapat memimpin Sumut. Ulos yang disematkan tokoh adat setempat kepada dirinya beserta isteri pun tampak erat memeluk tubuhnya.

Dukung Eramas

Sebelumnya, Ketua Gerindra Humbahas Saut Parlindungan Simamora, mewakili Partai pengusung dan relawan Eramas, mengatakan memang partai pendukung Eramas memiliki 20 kursi atau 80 persen dari jumlah kursi di legeslatif.

“Saya mengimbau dan memohon agar kita bekerja untuk memenangkan Eramas. Kalau tidak tentu kita malu kalau Eramas tidak bisa menang di Humbahas ini,” bilangnya.

Pasalnya dari 25 kursi legeslatif di DPRD Humbahas, 20 kursi diisi oleh anggota dewan dari partai pengusung Eramas. Sebutlah Partai Gerindra, PKS, PAN, Partai Golkar, Partai Hanura dan Partai Nasdem. Tentu ini menjadi modal yang cukup baik bagi partai pengusung untuk memenangkan Eramas, dan Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Sumatera pada 27 Juni 2018 mendatang menjadi ajang pembuktian, bagi partai pendukung Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah di Humbahas. (halosumut/rel)

3,138 total views, 2 views today

Tinggalkan Pesan