Lawak Anjing Pudel Oriental Sirkus Indonesia

Posted by on Feb 15, 2018 in etalase | No Comments
Lawak Anjing Pudel Oriental Sirkus Indonesia

Tiga anjing pudel beraksi dalam satu pertunjukan dalam Oriental Sirkus Indonesia; belum lama ini. Dibimbing oleh Maria (salah satu pemain sirkus senior di OSI), para anjing ini bertingkah menggemaskan. (elina/halosumut)

Medan, (Halosumut)

SEBUAH kejutan itu bernama sirkus. Mengacak-acak adrenalin. Menciptakan rasa yang bervariasi. Tergelak, bergidik, dan terbuai. Semua tercipta dalam ekspresi yang tak disadari, keluar secara alami. Rasa itu dicari, ditunggu, dan diadopsi menjadi sebuah gaya hidup. Manusia memang membutuhkan hiburan.

Mata-mata mahluk Tuhan itu saling beradu. Antara manusia dan hewan. Penonton gemas menyaksikan tingkah empat anjing puddle yang berlari mengitari panggung sirkus. Tatkala melenggang ke sana ke mari, ekornya bergoyang ke kanan dan ke kiri. Tingkah puddle ini kian lucu, saling bersahutan dengan seruan riang para penonton. Pun ketika dua badut muncul, tawa menggema di seluruh penjuru ruangan. Namun giliran harimau dan gajah beratraksi di panggung sirkus, situasi sekejap senyap. Mereka tersihir, menatap diam aksi hewan-hewan itu.

Untuk kedua kalinya hiburan sirkus menyambangi Medan. Sebelumnya sirkus pernah hadir di Medan sekitar enam tahun yang lalu. Hanya saja geliat masyarakat saat itu boleh dibilang biasa-biasa saja. Berbeda dengan situasi yang halosumut lihat dalam acara perdana Spektakuler Russian Circus pada Jumat malam (19/1) di Lanud Soewondo, Polonia. Sekitar 1000-an penonton yang hadir memenuhi ruangan berkapasitas 1500 orang itu. Menurut Pemain Senior Oriental Sircus Indonesia, Maria, pertunjukkan sirkus ini merupakan bagian dari tur Sumatera. Sebelumnya sirkus hadir di Lampung, Palembang, Pekanbaru, Kisaran, Pematang Siantar, dan kini sepanjang 19 Januari-11 Februari 2018 mendatang, sirkus akan menghibur warga Medan.

“Sebelumnya kami pernah hadir pada 2012 silam. Tujuannya adalah ingin menghibur masyarakat Medan. Apalagi permintaan agar sirkus menyambangi Medan cukup tinggi. Terbukti di dalam akun sosial media kami, cukup banyak warga Medan yang berkomentar. Mereka selalu bertanya, kapan giliran Medan?” katanya kepada Media.

Dijelaskannya aneka pertunjukkan spektakuler yang memukau dan fenomenal telah dirancang khusus menghibur segala lapisan masyarakat. Sebutlah Swing Trapeeze, Firedance, Flying Trapeeze, Hollahop, Aerial Hoop, Pole Dance, Skipping, kelincahan dan kelenturan gadis plastik.

“Hadir juga pertunjukkan satwa langka, seperti Harimau Benggala, Gajah Sumatera, Burung Macau dan Kakaktua, serta kawanan anjing pudel yang lucu. Tak ketinggalan atraksi lawak Rusia dan para badut untuk mengocok tawa penonton,” sebutnya.

Dua pemain sirkus sedang beraksi, seperti menari di atas angkasa. Pertunjukan ini merupakan salah satu aksi pemain sirkus yang diminati oleh pengunjung. (elina/halosumut)

Orang Medan Kurang Bahagia

Terlepas dari itu, masih ingat tentang Indeks Kebahagiaan yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2017 lalu. Sumatera Utara (Sumut) dengan ibukotanya, Medan, yang menjadi kota terbesar ketiga di Indonesia ditabalkan menjadi provinsi yang paling tidak bahagia. Secara nasional, indeks kebahagiaan di Sumut nomor dua paling buruk. Khusus di Sumatera, Sumut paling tak bahagia. Indeks Kebahagiaan ini ditentukan atas tiga dimensi, yaitu kepuasan hidup (life satisfaction), perasaan (affect), dan makna hidup (eudaimonia). Khusus kepuasan hidup, dimensi ini terdiri atas subdimensi kepuasan hidup personal dan subdimensi kepuasan hidup sosial. Tercatat, Sumut memilik Indeks Kebahagiaan dengan angka 68,41. Sementara, Indeks Kebahagiaan Indonesia secara keseluruhan berdasarkan hasil Survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK) 2017, angkanya 70,69. Dengan kata lain, kebahagiaan di Sumut berada di bawah indeks kebahagian nasional.

Persis yang diakui Meli (33) yang malam itu hadir bersama suami dan dua anaknya, menurutnya sirkus merupakan ajang hiburan yang menarik bagi dia dan keluarganya.

“Secara pribadi kami ingin mencari hiburan dengan warna yang lain. Sirkus tak pernah ada di Medan, dan anak-anak selalu penasaran menyaksikan pertunjukkan sirkus. Dan kami semuanya lega, bahagia,” akunya kepada halosumut.

Pun Toni, warga Medan Johor yang hadir bersama isteri dan anak tunggalnya. Katanya seperti ada mimpi yang ditawarkan dalam pertunjukkan sirkus. Memberikan efek yang menyenangkan.

“Sekejap persoalanan yang ada di dalam kepala seperti hilang sebentar. Apalagi ketika melihat anak-anak senang. Saya berharap pemerintah bisa melakukan hiburan yang ditujukan untuk anak-anak, karena Kota Medan bukan kota yang ramah anak,”bebernya.

Durasi 90 menit pertunjukkan sirkus hampir saja berakhir. Ditutup dengan pertunjukan flying trapeeze. Anak perempuan Meli telah lelap tertidur di pelukannya. Para pemain sirkus pun muncul bersamaan. Mengucapkan salam terima kasih kepada seluruh penonton yang hadir. Satu persatu yang hadir pun beranjak pergi. Sebagiannya tampaknya masih bertahan duduk di kursi itu, seperti tak percaya bahwa dongeng sirkus telah usai.

Tak perlu khawatir, Oriental Sirkus Indonesia akan menyemarakkan Komplek MMTC Pancing Medan, Sumut pada 15 Februari – 12 Maret 2018 mendatang. Bahkan khusus pengunjung yang datang menonton sirkus pada 16, 17, 18 Februari 2018 ini mendapatkan potongan harga sebesar 50 persen. Sebagai informasi, tiket dibandrol dengan harga Rp. 100.000 (kelas I), Rp. 150.000 (Utama), dan Rp. 200.000 (VVIP).  Adapun jadwal pertunjukkan sirkus dibagi dalam tiga waktu yakni, Senin-Kamis, satu kali show (pukul 20.00 WIB), Jumat, dua kali show (pukul 18.00, dan pukul 20.00 WIB). Sedangkan pada Sabtu atau Minggu/Hari Besar, sebanyak tiga kali show (pukul 14.00, pukul 18.00, dan pukul 20.00 WIB). Ayo tunggu apa lagi? (Elina)

3,273 total views, 5 views today

Tinggalkan Pesan