Lima Plaza yang Punah di Medan

Posted by on Aug 9, 2017 in nge-hits | No Comments
Lima Plaza yang Punah di Medan

Kebakaran Medan Plaza Center Pada Agustus 2015 lalu. (Halo Sumut/Edy Regar)

Lima Plaza yang Punah di Medan

Jika ada mesin waktu yang bisa mengembalikan ke tahun 1980-an/1990-an, apa yang akan Anda lakukan di Medan? Nongkrong? Nonton? Belanja? Kalau memang itu pilihannya, maka plaza atau mal alias pusat perbelanjaan menjadi tujuan. Tapi, plaza mana saja yang nge-hitz di Medan kala itu?

Berikut lima plaza pilihan halosumut.com yang kini telah punah.

 

  1. City Plaza

Dari Film Esek-esek hingga Dijadikan Hotel

Plaza tertua ini tidak sementereng beberapa plaza yang kemudian lahir. Meski begitu, dia adalah cikal bakal plaza yang ada di Medan.

Pengakuan saksi mata, di Citi Plaza ada tempat jualanan pakaian, jam, sepatu, ada tempat bermain, ada kafe, juga bioskop. Dengan bentuk gedung yang terbuka bagian atasnya membuat City Plaza cukup nyaman bagi pengunjung. Pun, lebih banyak yang berjualan dengan menggunakan meja, dan penanda sebagai batas ditentukan oleh tali atau selotip yang diletakkan di lantai.  Pada masa itu penjual tidak menggunakan kios seperti di plaza zaman sekarang.

City Plaza dibangun sejak 1970-an. Kini sudah tidak beroperasi lagi, tetapi bangunanya masih berdiri megah di Jalan Surabaya. Awal berdirinya, City memiliki 4 lantai dan tiap lantai memiliki peran seperti kafe, bioskop, tempat permainan, dan tempat jualan. Memasuki pertengahan 1980-an, City Plaza mulai kehilangan pengunjung, tepatnya, saat bangunan yang berada di sekitarnya mulai beroperasi sebagai tempat berdagang, bukan lagi sebuah hunian. Ditambah, plaza dengan gaya modern mulai muncul kepermukaan, maka dengan pasti plaza ini mulai kehilangan arah. Bioskop pun sudah mulai mutar film yang esek-esek.

Tidak diketahui pasti kapan plaza ini mulai tutup total. Yang pasti, saat operasional bangunan sebagai plaza berhenti, gedung ini terbiarkan atau tidak mendapat perhatian oleh pemiliknya. Bahkan, hingga bertahun-tahun. Gedung menjadi kotor, hitam, dan pekat.

Sekitar 2009, gedung ini berubah fungsi sebagai tempat penitipan mobil. Dan bangunan pun mulai dipelihara dengan baik, salah satunya dengan pengecetan ulang. Ya, ujung-ujungnya, City Plaza pun berubah menjadi My Hotel. Selain penampilan yang berbeda, tinggi gedung juga ditambah. Yang menyamakan hanya luas dari bangunan yang asli merupakan milik City Plaza.

9,076 total views, 4 views today

Tinggalkan Pesan