Oelong Sitepu, Gubsu yang Tewas dalam Tahanan

Posted by on Aug 9, 2017 in gubsu tanda petik, sang mantan | No Comments
Oelong Sitepu, Gubsu yang Tewas dalam Tahanan

Foto Oelong Sitepu (Sumber : Google)

Brigjen Oelong Sitepu tewas dalam tahanan. Tidak diketahui dengan pasti apa kesalahan dan bagaimana proses peradilan gubernur Sumatera Utara kesembilan itu.

Oelong Sitepu tak lain adalah seorang tokoh militer yang menjabat sebagai gubernur Sumut sejak 15 Juli 1963 hingga 16 November 1965. Namun, dia tidak dapat mengakhiri priode jabatannya(5 tahun) dikarenakan dituduh terlibat dengan gerakan G30S/PKI, walaupun hingga saat ini tuduhan tersebut tidak dapat dibuktikan.

Adalah Presiden Soekarno yang mengangkat Oelong Sitepu menjadi gubernur Sumatera Utara. Namun, G30S/PKI ternyata menyeret namanya hingga terbenam ditelan sejarah kelam. Dirinya dituduh sebagai antek-antek PKI, gerakan massa pada waktu itu menciduk dirinya dan menjebloskannya ke dalam penjara.

Entah apa yang membuat massa pada waktu itu menuduh Brigjen Oeloeng Sitepu terlibat G30SPKI karena secara formal dirinya tidak pernah menjadi anggota PKI. Dirinya lebih dikenal dengan gubernur yang sangat loyal kepada Presiden Soekarno. Mungkin, dukungan yang begitu besar dari PKI ketika dirinya menjabat gubernur yang membuat orang menilai dia merupakan anggota PKI, tapi hal ini sangatlah lumrah karena pada jaman itu PKI adalah partai resmi dan tidak terlarang.

Loyalitas yang sangat tinggi kepada Presiden Soekarno pada jaman itu juga dapat membuat Brigjen Oeloeng Sitepu disingkirkan, karena pasca G30SPKI pengikut setia Soekarno atau yang lebih dikenal Soekarnois praktis disingkarkan.

Brigjen Oeloeng Sitepu bukan seorang diri saja, ada 6 gubernur yang juga loyalis Soekarno turut disingkirkan pada jaman itu, yakni Gubernur Kalimantan Tengah Tjilik Riwut, Gubernur Kalimantan Barat Johanes Chrisostomus Oevaang Oeray, Gubernur Bali Anak Agung Bagus Sutedja, Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Henk Ngantung, Gubernur Sumatera Selatan Pagar Alam, dan Gubernur Jawa Tengah Mochtar.

Dalam “Nasib Para Soekarnois: Kisah Penculikan Gubernur Bali, Sutedja, 1966” disebutkan ketujuh gubernur itu sebagai ‘Tujuh Gubernur Soekarnois’. Mereka juga pendukung setia ideologi Pancasila besutan Soekarno sebagai implementasi ideologi sosialis yang diterapkan sesuai alam dan budaya Indonesia. (ragam sumber)

7,478 total views, 5 views today

Tinggalkan Pesan