Petani Simalungun Tantang Djoss Benahi Sektor Pertanian

Posted by on Mar 25, 2018 in gubsu tanda petik | No Comments
Petani Simalungun Tantang Djoss Benahi Sektor Pertanian

Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus mendengarkan keluh kesah petani dalam kunjungannya ke Kecamatan Panribuan, Kabupaten Simalungun, Kamis (22/3/18). (media centre for halosumut)

Simalungun, (halosumut)

Selain persoalanan irigasi, pupuk bersubsidi, para petani di Kecamatan Dolok Panribuan dan Tanah Jawa, Simalungun mengeluhkan tentang minimnya pendampingan dalam pengelolaan lahan dan produksi pertanian. Hal ini terungkap dalam kegiatan temu warga Simalungun bersama Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara (Sumut) nomor urut dua, Sihar Sitorus, Kamis (22/3) di Kecamatan Dolok Panribuan, Simalungun.

Lontaran demi lontaran keluhan para petani ini kemukakan. Mereka berharap nantinya Sihar mampu membenahi sektor pertanian. Secara umum keluhan para petani ini sama, yaitu kendala dalam memperoleh pupuk dan anjloknya harga.

 “Perihal irigasi saja sampai saat ini belum maksimal. Kami berharap Sihar yang maju mendampingi Djarot Saiful Hidayat memberikan perhatian serius untuk hal ini,” ujar seorang petani, Gibson Manurung.

Gibson, petani yang tinggal di Saribu Dolok Silima ini, hari itu sengaja datang dari desanya mengikuti pertemuan di Kecamatan Dolok Panribuan, begitu mendengar kabar Sihar Sitorus mengadakan pertemuan di tempat tersebut. Dia berharap Sihar nantinya serius membenahi pertanian secara menyeluruh, baik pertanian di dataran tinggi pun pertanian di dataran rendah.

“Contohnya di kecamatan kami yang sudah mulai mengelola kebun jeruk. Namun ada kendala besar, yakni hama buah. Jadi harus ada solusi. Dan itu harus dari pemerintah,” katanya.

Hal itu pun diaminkan petani lainnya, seperti Bernad Sianturi yang mengeluhkan tentang pengelolaan tanaman juga perawatan yang tidak mampu memberikan hasil yang maksimal. Diakui para petani yang hadir dalam pertemuan itu, saat ini petani terkendala memperoleh pupuk bersubsidi. Selain itu, harga gabah juga relatif tidak stabil sehingga berdampak pada minimnya pendapatan warga.

“Kalau kami ditanya Pak, lebih baik pupuk bersubsidi dihapuskan. Tetapi beras yang kami jual disubsidi. Sehingga harga jual kami stabil,” ungkapnya.

Menanggapi itu, Sihar mengatakan bahwa nantinya akan didatangkan ahli yang mampu mengatasi berbagai persoalan pertanian. Jika pasangan yang akrab disapa Djoss itu nantinya menang, maka akan dibuat sistem pengawasan pupuk bersubsidi dengan baik. Begitupun dalam pengembangan kawasan pertanian, Djoss berenacana akan membangun kerja sama dengan pihak pemerintah kabupaten. Contohnya untuk pembuatan irigasi di bawah seribu hektare harus ditangani kabupaten, termasuk pembuatan kelompok taninya. Sedangkan untuk pembuatan irigasi di atasnya harus dikerjakan provinsi.

“Yang pasti semua kendala yang kita hadapi saat ini harus dapat kita atasi secara bersama-sama dan bertahap,” pungkasnya. (halosumut/rel)

2,417 total views, 4 views today

Tinggalkan Pesan