Road To Soundrenaline Medan, Penikmat Musik Tunggu Dulu

Posted by on Aug 17, 2017 in blak-blakan | No Comments
Road To Soundrenaline Medan, Penikmat Musik Tunggu Dulu

Grup musik Maliq & D’Essentials ketika tampil pada perhelatan Road To Soundrenaline di Medan, Sumatera Utara. (12/8). (Dok Panitia)

Medan, (halosumut) Menapak jejak di areal eks Bandara Polonia Medan seperti menghidupkan kembali aktivitas manusia yang pernah terjadi di sana. Perhelatan Soundrenaline Road to Medan menjadi satu-satunya alasan, mengapa pada Sabtu (12/8) Lapangan Udara Soewondo Medan kembali berisik.

Roda dua atau roda empat kendaraan jenis apa saja hilir mudik masuk-keluar ke areal seluas 144 hektar itu. Pun para pemilik kaki yang berjalan secara berkerumunan mewarnai situasi itu. Ini adalah pengalaman baru bagi warga Medan dan sekitarnya. Pasalnya areal ini tak pernah diinjak oleh kaki-kaki milik masyarakat umum. Kecuali petugas bandara, atau pria-pria kekar berseragam.

Setelah memasuki pelataran bandara, kertas karton selebar 30 centimeter mengarahkan pengendara dan pejalan kaki berbelok ke kanan, kemudian belok ke kiri. Tak jauh dari sana, sekitar lima meter, dua meja bersanding memberi pesan agar pengendara roda dua pun roda empat diwajibkan membayar retribusi parkir. Melewati itu, belok ke kiri, hingga memasuki areal lapangan udara. Di sana, sebelum sampai ke lahan parkir kendaraan, pengunjung wajib berhenti sebentar. Petugas tentara akan memeriksa kendaraan dan barang bawaan yang dibawa oleh pengendara dan pejalan kaki.

Dari titik lokasi ini dentuman musik yang terdengar memang menggoda. Namun hamparan aspal beton beratapkan langit itu lebih menggoda lagi. Bagi yang belum pernah, tak mungkin tak berdecak kagum. Malah sebagian pengunjung tampak mengabadikan situasi itu melalui kamera di ponselnya. Berdiri di tengah hamparan aspal beton itu sembari mengadahkan dua tangannya ke atas langit. Lalu sekian frame jepretan pelbagai gaya pun tercipta. Ya kapan lagi bisa menginjakkan kaki di halaman luas di mana biasanya pesawat hilir mudik melewati aspal beton itu.

Usai memarkirkan kendaraan, pengunjung harus berjalan kaki menuju areal perhelatan Soundrenalin. Jaraknya tidak dekat. Malah terbilang cukup jauh. Setidaknya memakan waktu 5-10 menit, tergantung cepat atau lambatnya gerakan kaki atau ayunanan tangan. Beberapa petugas di sana telah siap menanti pengunjung. Seperti standart pengamanan pada umumnya, setiap pengunjung akan diperiksa. Tas harus dibuka dan dilihat isinya. Setiap yang memakai jaket juga wajib melepaskan jaketnya. Jika sudah dianggap aman, maka pengunjung dipersilahkan masuk.

Penyanyi Danilla, Maliq & D’Essentials, Shaggy Dog, Basejam, dan Endank Soekamti menjadi seniman yang dipilih pihak penyelenggara untuk menghibur Medan. Syair syahdu ‘My Favorite Things’ dibuka oleh Danilla. Delapan lagu andalannya membuai penonton yang hadir. Lantunan keyboard khas dari single kedua debut Telisik ‘Ada Di Sana’ pun menjadi klimaks dari pertunjukkannya. Intro gitar elektrik ‘Setapak Sriwedari’ dari Maliq & D’Essentials kian memanaskan penonton. Mereka pun kompak bernyanyi juga bergoyang. Malah di tengah-tengah aksi panggungnya, duo vokal Angga dan Indah sempat turun menyapa penonton untuk sing along sembari membagikan  CD album.

Sementara itu aksi panggung band reggae asal Yogja, Shaggydog, tampil begitu all out. Heru sang vokalis mengobati rasa rindu penonton dengan hits ‘Kembali Berdansa’ dan ‘Sayidan’ pun menjadi lagu akhir yang Shaggydog bawakan malam itu. Puncaknya adalah aksi ciamik Endank Soekamti yang terus mengajak para ‘Kamtis’ (sebutan penggemar Endank Soekamti) berdansa dengan lagu-lagu andalan, diantaranya, ‘Luar Biasa’, ‘Soekamti Day’, ‘Aku Gak Pulang’, dan lagu perpisahan ‘Terima Kasih’.

Warna band lokal Medan dalam perhelatan ini dimeriahkan oleh Stand Up Please. Band ini telah menyisihkan 52 musisi lainnya dalam Soundrenaline Band Competition. Membawakan lagu andalan berjudul ‘Kawan Lawan dan Binatang’, Stand Up Please nantinya akan berkompetisi melawan enam grup musik dari berbagai kota lainnya. Pemenang dari kompetisi ini akan mendapatkan kesempatan berkolaborasi bersama Alexa di panggung akbar Soundrenaline 2017 yang digelar pada 9 dan 10 September di Garuda Wisnu Kencana, Bali. Di luar musik, pekarya visual yang terpilih dalam Soundrenaline Mural Competition, yakni Ahmad Husein Zega, Pino, Tengku Muhammad Jozarky, dan Lukman Hakim juga melakukan aksi live mural.

7,387 total views, 4 views today

Tinggalkan Pesan