Titik-titik Monza di Medan

Posted by on Aug 9, 2017 in nge-hits | No Comments

Pajak Melati merupakan salah satu pajak penjualan pakaian bekas terlengkap yang ada di kota Medan (Cumilebay.com)

(Medan, Halo Sumut) Ketika Anda berada di Medan dan melihat ada orang yang memakai jaket bertuliskan Korea, jangan anggap itu palsu. Sangat besar kemungkinan jaket itu asli Korea dan berasal dari Negeri Ginseng itu. Kenapa? Ya, karena barang-barang semacam itu sangat jamak di Medan dan Sumatera Utara pada umumnya.

Ya, itu adalah barang bekas atau seken dari luar negeri. Dijual murah tapi kualitas masih terjaga. Di belahan Indonesia lain ada yang menyebutnya barang sisa impor. Di Medan dia disebut Monza yang merupakan akronim dari Mongonsidi Plaza.

Seiring waktu, ternyata Monza ini begitu mewabah. Saking banyaknya peminat, titik-titik penjualan Monza pun menjamur. Bahkan, bak seleksi alam, titik-titik itu membentuk dirinya secara khas. Ada yang lebih mengutamakan penjualan jaket, ada yang fokus ke sepatu, dan sebagainya.  Berikut lima titik Monza yang menjadi pilihan halosumut.com.

 

  1. Jalan Mongonsidi

Peletak Dasar yang Mulai Ditinggalkan

Kawasan inilah yang menjadi cikal bakal penyebutan nama ‘Monza’. Tak ada catatan pasti yang menyebutkan kapan pertama kali barang-barang bekas masih layak pakai itu dijual di jalan ini. Yang pasti, sekira 1980-an, dia mewabah hingga semacam membentuk pajak atawa pasar. Saking ramainya dan menjelma menjadi semacam pusat perbelanjaan, orang-orang pun menyebutnya sebagai Mongonsidi Plaza.

Belakangan kawasan ini mulai ditinggalkan seiring tumbuhnya titik-titik lain di kota Medan. Mongonsidi Plaza pun menyisakan sedikit barang saja, terutama karpet, ambal, dan tas. Bahkan, beberapa barang baru disisip hingga peminat mulai mengurungkan langkah ke kawasan yang masuk dalam Kecamatan Medan Polonia tersebut.

14,012 total views, 7 views today

Tinggalkan Pesan