Scroll untuk baca artikel
#
Example floating
Example floating
Uncategorized

Gantikan Tenda, PERSIS dan Kemendikdasmen Bangun Kelas Darurat di Sumut-Sumbar

4
×

Gantikan Tenda, PERSIS dan Kemendikdasmen Bangun Kelas Darurat di Sumut-Sumbar

Sebarkan artikel ini
Gantikan Tenda, PERSIS dan Kemendikdasmen Bangun Kelas Darurat di Sumut-Sumbar

HALO Sumut — Organisasi kemasyarakatan Persatuan Islam (PERSIS) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI membangun Ruang Kelas Darurat (RKD) di sejumlah wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Langkah ini diambil guna menghentikan aktivitas belajar mengajar (KBM) di dalam tenda yang dinilai kurang layak bagi para siswa dan guru.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Inisiatif ini difokuskan untuk menghadirkan sarana pendidikan yang lebih aman, nyaman, dan kondusif selama masa pemulihan pascabencana.

Terdapat tujuh fasilitas pendidikan di tingkat SD hingga TK/PAUD yang menjadi sasaran pembangunan RKD kali ini:

  • SDN 057239 Sekoci, Kec. Besitang, Kab. Langkat

  • SDN 053994 Sei Tualang, Kec. Besitang, Kab. Langkat

  • SDN 155678 Hutanabolon 2, Kec. Tukka, Kab. Tapanuli Tengah

  • PAUD Bunda Lestari, Kec. Batang Toru, Kab. Tapanuli Selatan

  • TK Harapan Bunda Maju, Kec. Batang Toru, Kab. Tapanuli Selatan

  • TK Gembira Ria Simatohir, Kec. Batang Toru, Kab. Tapanuli Selatan

  • SDN 12 Koto Kaciak, Kec. Bonjol, Kab. Pasaman, Sumbar

Pelaksana Pembangunan RKD, Joko Imawan, menegaskan bahwa pemulihan sektor pendidikan harus diakselerasi agar hak belajar anak-anak tidak terenggut akibat rusaknya sarana sekolah.

Gantikan Tenda, PERSIS dan Kemendikdasmen Bangun Kelas Darurat di Sumut-Sumbar

“Bagi PERSIS, pendidikan merupakan bagian penting dalam proses pemulihan masyarakat. Kehadiran ruang kelas darurat bukan hanya menyediakan bangunan fisik, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian agar semangat belajar para siswa tidak terhenti akibat bencana,” tegas Joko usai meninjau lokasi pembangunan RKD pada 1-2 September 2026.

Joko menambahkan, PERSIS berkomitmen terus menyisir sekolah-sekolah yang masih terisolasi atau bertahan di tenda darurat demi memastikan proses transisi menuju rehabilitasi permanen berjalan lancar.

Proses belajar mengajar di dalam tenda darurat menyimpan berbagai bahaya laten, mulai dari fluktuasi suhu ekstrem hingga penurunan minat belajar murid akibat rasa trauma. Kondisi tenda yang lembap dan pengap juga berpotensi memicu berbagai penyakit, seperti ISPA dan gangguan kulit pada anak-anak.

Pembangunan RKD bermaterial semi-permanen ini menjadi solusi perantara (interim solution) yang paling krusial sebelum proyek rekonstruksi sekolah jangka panjang dituntaskan pemerintah. Selain itu, hadirnya RKD juga mempermudah penyaluran bantuan logistik pendidikan serta layanan psikososial terpadu bagi para korban bencana di Sumut dan Sumbar.