Scroll untuk baca artikel
#
Example floating
Example floating
News

Tragis! Bocah 8 Tahun Tenggelam di Sungai Pematang Kuala, Ditemukan Tak Bernyawa

166
×

Tragis! Bocah 8 Tahun Tenggelam di Sungai Pematang Kuala, Ditemukan Tak Bernyawa

Sebarkan artikel ini
Sungai
Foto: Warga bersama tim penolong melakukan pencarian korban tenggelam di aliran Sungai Dusun I, Desa Pematang Kuala, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, Senin (20/04/2026) sore.

SERDANG BEDAGAI, Halosumut.com – Peristiwa tragis menimpa seorang anak laki-laki berusia 8 tahun yang dilaporkan tenggelam di aliran sungai Dusun I, Desa Pematang Kuala, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, pada Senin (20/4/2026) sekitar pukul 15.25 WIB.

‎Korban diketahui bernama Muhammad Khairul Azam (8), siswa kelas 2A SD IT Misbahul Ummah, warga Dusun III, Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Beringin.

‎Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban awalnya berpamitan kepada orang tuanya untuk pergi mengaji Al-Qur’an sekitar pukul 13.00 WIB. Namun setelah itu, korban bersama seorang temannya pergi bersepeda menuju area jembatan di Desa Pematang Kuala.

‎Sesampainya di lokasi, korban diduga turun ke sungai dengan maksud untuk buang air kecil. Ia sempat membuka pakaian sebelum masuk ke dalam air.

‎Namun, dalam waktu singkat korban tidak terlihat kembali ke permukaan.
‎Teman korban yang menunggu di sekitar lokasi mulai merasa curiga karena Azam tak kunjung muncul, Ia pun segera pulang untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada orang tua korban.

‎Mendapat kabar tersebut, warga setempat langsung bergerak melakukan pencarian dengan menyelam di sekitar titik diduga korban tenggelam. Setelah beberapa jam pencarian, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

‎Korban sempat dibawa ke klinik terdekat untuk memastikan kondisinya, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.

‎Saksi mata di lokasi, Dadang mengatakan bahwa warga telah berupaya maksimal memberikan pertolongan saat korban ditemukan. Namun kondisi korban saat itu sudah tidak memungkinkan untuk diselamatkan.

‎Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban serta masyarakat sekitar. Warga pun mengimbau para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di area sungai atau perairan, guna menghindari kejadian serupa terulang kembali. (Putra Nursaid)