Scroll untuk baca artikel
#
Example floating
Example floating
Seputar Sumut

Katanya Mau Diperbaiki, “Rudal Tak Pernah Jatuh, Tapi Jalan dipagurawan Sudah Hancur Duluan”

609
×

Katanya Mau Diperbaiki, “Rudal Tak Pernah Jatuh, Tapi Jalan dipagurawan Sudah Hancur Duluan”

Sebarkan artikel ini
Jalan
Foto: Kondisi jalan penghubung Pagurawan–Nanassiam di Kabupaten Batu Bara dipenuhi lubang dan genangan air, memaksa pengendara melintas dengan ekstra hati-hati di tengah kerusakan yang belum kunjung diperbaiki.

BATU BARA, Halosumut.com – Kabar baik berhembus sejuk bak angin kipas di siang bolong bagi masyarakat Kabupaten Batu Bara. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumatera Utara disebut-sebut akan segera memperbaiki akses jalan penghubung antara Batu Bara dan Serdang Bedagai sepanjang 5 kilometer.

Informasi ini dikutip dari laman Medanbisnisdaily.com. Katanya, perbaikan akan menggunakan anggaran darurat bencana dari APBN. Ya, darurat bencana—mungkin karena jalannya sudah masuk kategori “bencana alam buatan manusia.”
Ruas yang akan diperbaiki disebut-sebut dimulai dari sekitar SPBU Pagurawan hingga Desa Nanassiam, Kecamatan Medang Deras. Fokusnya jelas: memperbaiki jalan yang selama ini sukses menguji kesabaran, keseimbangan, dan keimanan para pengguna jalan, terutama saat musim hujan.

Baca Juga :  Tingkatkan Sinergi dan Kualitas Pelayanan, Kantor Pertanahan Labuhanbatu Gelar Pengarahan Internal
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Namun sayangnya, kabar manis itu sampai sekarang masih seperti janji mantan, indah didengar, tapi tak kunjung terbukti.
Seorang warga yang membaca berita tersebut mengaku mulai ragu.

“Katanya mau diperbaiki, tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda. Jalan malah makin parah. Ini bukan lagi lubang, ini sudah seperti kawah,” ujarnya sambil tertawa getir.

Jalan

Bahkan, dengan nada bercanda yang pedas, ia menambahkan bahwa kondisi jalan saat ini “mirip kena rudal Iran dan Amerika.” Sebuah perbandingan yang mungkin terdengar berlebihan, tapi cukup mewakili betapa parahnya kondisi di lapangan.

Pengendara yang melintas pun harus ekstra hati-hati. Salah sedikit, bukan hanya shockbreaker yang rusak, tapi juga bisa sekalian menguji kesabaran hidup. Tak sedikit yang menyebut jalur ini kini layak disebut sebagai “wisata ekstrem gratis”, tanpa tiket, tapi penuh risiko.

Baca Juga :  Polsek Bilah Hilir Tangkap Pelaku Curat yang Lukai 3 Warga di Pangkatan

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan perbaikan benar-benar akan dimulai. Masyarakat pun hanya bisa berharap, semoga kabar “akan segera diperbaiki” itu tidak berubah menjadi legenda yang diceritakan turun-temurun.
Sebab kalau terlalu lama, bukan tidak mungkin jalan ini akan resmi diusulkan menjadi situs bersejarah: Monumen Janji Perbaikan yang Tak Kunjung Datang. (Fadli)