LABUHANBATU, Halosumut.com – Langkah tegas dan cepat diambil Polres Labuhanbatu dalam memastikan jajarannya bersih dari narkoba. Usai apel di halaman Mapolres, sepuluh personel dipilih secara acak untuk mengikuti tes urine mendadak. Senin (30/6/2025).
Kegiatan ini bukan hanya rutinitas, tapi simbol perubahan dan keteladanan dari tubuh kepolisian itu sendiri. “Tes dadakan ini merupakan instruksi langsung dari Kapolres Labuhanbatu, AKBP Choky Sentosa Meliala, S.I.K., S.H., M.H., menurutnya kegiatan tersebut adalah bagian dari strategi internal untuk menyaring, mendisiplinkan, dan menguatkan barisan dari dalam. “Kami ingin bersih dulu dari dalam sebelum menyentuh ke luar, karena hal ini merupakan sebuah integritas,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Sebagai eksekutor di lapangan, Wakapolres Labuhanbatu Kompol H. Matondang, S.H., M.H., tanpa ragu memimpin proses pengambilan sampel secara acak. Hasilnya cukup melegakan, seluruh personel yang diperiksa dinyatakan negatif dari narkoba, namun bagi pimpinan, ini bukan titik akhir, melainkan awal dari pengawasan yang lebih berkelanjutan.
“Setiap Senin, setelah apel, akan ada pemeriksaan rutin. Siapapun bisa dipilih, tak pandang pangkat atau jabatan,” ujar Kompol Matondang.
Dirinya menyebut kebijakan ini sebagai cara untuk membangun kepercayaan internal serta menegakkan kedisiplinan secara konsisten. Menariknya, kegiatan ini bukan sekadar menjelang Hari Bhayangkara ke-79, namun sebagai bagian dari komitmen jangka panjang,“ jelas Wakapolres Kompol Matondang.
Kebijakan ini menuai apresiasi dari masyarakat, khususnya para tokoh pemuda dan akademisi lokal yang menilai langkah Polres Labuhanbatu sebagai bentuk nyata komitmen reformasi kultural di tubuh Polri. “Kalau internalnya sudah bersih, maka saat mereka bertugas di tengah masyarakat, kepercayaan publik akan ikut tumbuh,” ujar Joni Syahputra, pengamat kebijakan publik di Rantauprapat.
Dengan transparansi, keberanian, dan keteladanan yang ditunjukkan, Polres Labuhanbatu mengirimkan pesan kuat, bahwa bersih dari narkoba bukan sekadar slogan, tetapi aksi nyata yang dimulai dari internal.













