Scroll untuk baca artikel
#
Example floating
Example floating
News

Perwiritan Yasin Nurul Falah menyambut Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Kampung Banjar Dua

124
×

Perwiritan Yasin Nurul Falah menyambut Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Kampung Banjar Dua

Sebarkan artikel ini
IMG 20250926 WA0010

LABUSEL, Halosumut.comPerwiritan Yasin Nurul Falah Kampung Banjar Dua, Kecamatan Kota Pinang, menyambut peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1447 Hijriah pada Sabtu malam, 27 September 2025 pukul 20.00 WIB di halaman Masjid Nurul Huda, Kampung Banjar Dua.

Perwiritan Yasin Nurul Falah Rabu kampung Banjar dua sebelum menggelar memperingati Maulid Nabi SAW diawali rangkaian kegiatan dengan perlombaan keagamaan tingkat Sekolah Dasar yang digelar sejak 26 hingga 27 September 2025. Perlombaan tersebut meliputi lomba azan, lomba shalat Subuh, membaca surat pendek, membaca doa, hingga lomba fashion show islami.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Perwiritan Yasin Nurul Falah

Ketua panitia, Masitoh Siregar, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang syiar Islam, tetapi juga upaya menumbuhkan semangat generasi muda dalam meneladani akhlak Rasulullah SAW.

Baca Juga :  Putri Wartawan Dianiaya Dengan Kejam di Langkat

“Peringatan Maulid Nabi adalah momentum penting untuk menanamkan rasa cinta kepada Rasulullah. Harapannya, anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang cerdas, religius, dan bijak menghadapi tantangan era digital,” ujarnya.

Perwiritan Yasin Nurul Falah

Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama panitia yang terdiri dari berbagai unsur masyarakat. Penanggung jawab kegiatan adalah Prabowo selaku Kepala Lingkungan Kampung Banjar Dua, dengan pembina sekaligus penasehat Nurhabibah Br. Batu Bara. Panitia juga melibatkan sejumlah tokoh, antara lain Sari Dewi (Sekretaris), Tri Asturi (Bendahara), Iron Nur Harahap dan Sunita (Bidang Humas), Hasian Harahap dan Rusni Hasibuan (Bidang Keagamaan), serta Ustazah MDTA Samsidar Siregar.

Acara yang dihadiri pemuka agama dan masyarakat setempat berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh kebersamaan. Antusiasme warga menunjukkan bahwa semangat mencintai Rasulullah SAW tetap tumbuh dan hidup di tengah masyarakat. (Nurhabibah)