LABUSEL, Halosumut.com – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Muhammad Yusuf Hasibuan, menghadiri Haul ke-80 Tuan Guru Basilam Baru yang diselenggarakan di Masjid Basilam Baru, Desa Sosopan, Kecamatan Kotapinang, pada Minggu (19/10/2025).
Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh sejumlah ulama besar dan tokoh penting, antara lain Prof. Dr. Ibrahim Siregar, Syekh Abdul Muqfti dari Mesir, Tuan Guru Tanjung Medan, Tuan Guru Sungai Rodang, Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Labusel, Ketua Gerakan Pemuda Ansor Labusel, serta para undangan dan ribuan jemaah dari berbagai wilayah di Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Rangkaian kegiatan diisi dengan zikir bersama, ziarah ke makam Tuan Guru Syekh H. Muhammad Arief Siregar, serta silaturahmi antara jamaah dan pengurus Basilam Baru. Suasana religius dan penuh keharuan menyelimuti area masjid dan kompleks makam yang menjadi pusat kegiatan haul tersebut.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Labusel, Muhammad Yusuf Hasibuan, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan keagamaan ini sebagai momentum memperkuat nilai keislaman dan kebersamaan umat.
“Haul ini bukan hanya bentuk penghormatan kepada ulama besar, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita untuk terus menjaga warisan spiritual dan pendidikan Islam yang beliau dirikan. Semangat dakwah dan perjuangan Tuan Guru menjadi teladan bagi generasi penerus,” ujar Muhammad Yusuf Hasibuan.
Tuan Guru Syekh H. Muhammad Arief Siregar adalah tokoh besar penyebar ajaran Tariqat Alkholidi Naqsabandy di wilayah Labuhanbatu Selatan. Beliau lahir pada tahun 1873 M (1292 H) dan wafat pada 12 Rabiul Akhir 1364 H (16 Maret 1945).
Makam beliau terletak di Dusun Basilam Baru, Desa Sosopan, Kecamatan Kotapinang, dan hingga kini menjadi pusat ziarah dan pembelajaran spiritual bagi umat Islam. Di seberang masjid tempat beliau dimakamkan, Tuan Guru mendirikan pesantren sebagai tempat para santri menimba ilmu agama dari berbagai daerah.
Kompleks makam, masjid, dan rumah suluk yang beliau bangun menjadi simbol syiar Islam di Labuhanbatu Selatan, sekaligus bukti sejarah peran ulama dalam membangun peradaban dan pendidikan Islam di wilayah yang dulunya merupakan pusat Kesultanan Kotapinang.
“Warisan keilmuan dan perjuangan beliau adalah sumber inspirasi. BAZNAS Labusel berkomitmen terus mendukung kegiatan keagamaan dan pendidikan Islam agar semangat dakwah dan sosial Tuan Guru tetap hidup di tengah masyarakat,” tambah Muhammad Yusuf Hasibuan. (Nurhabibah)













