Scroll untuk baca artikel
#
Example floating
Example floating
News

Sepanjang 2025, BNNK Labura Menyentuh Desa, Keluarga, Pelajar, Hingga Kawasan Rawan Demi Memutus Rantai Penyebaran Narkotika

63
×

Sepanjang 2025, BNNK Labura Menyentuh Desa, Keluarga, Pelajar, Hingga Kawasan Rawan Demi Memutus Rantai Penyebaran Narkotika

Sebarkan artikel ini
IMG 20251224 WA0031 scaled

LABURA, Halosumut.com – Perang melawan narkoba di Labuhanbatu Utara tidak lagi sekadar wacana. Sepanjang tahun 2025, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Labuhanbatu Utara bergerak masif, menyentuh desa, keluarga, pelajar, hingga kawasan rawan, demi memutus mata rantai penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Salah satu langkah paling simbolik dilakukan di Desa Londut, Kecamatan Kualuh Hulu, yang resmi ditetapkan sebagai Desa Bersinar (Bersih Narkoba).

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Dari desa inilah, BNNK Labura membangun benteng pertahanan sosial dengan melibatkan pemerintah daerah, TNI/Polri, tenaga kesehatan, serta unsur masyarakat.

Kepala BNNK Labura, Muhammad Hendro, dalam press release Senin (22/12/2025), menyampaikan bahwa penguatan P4GN tidak hanya dilakukan lewat penindakan, tetapi juga melalui pencegahan dan pemberdayaan.

Baca Juga :  Polres Binjai dan Kodim 0203 Langkat Grebek Sarang Narkoba dan Judi di Kecamatan Sei Binjai

“Masyarakat harus menjadi garda terdepan,” tegasnya.

BNNK

Upaya itu diwujudkan dengan membentuk 50 penggiat anti narkoba melalui Program Indeks Kemandirian Partisipasi (IKP), yang mencatatkan nilai 3,56 dengan kategori sangat mandiri. Di saat yang sama, 20 pasangan keluarga di Desa Londut dan Kanopan Ulu disentuh lewat Program Ketahanan Keluarga, untuk memperkuat benteng pertama melawan narkoba.

Di kalangan pelajar, BNNK Labura menaruh harapan besar pada generasi muda. Melalui Program DEKTARI, lahir 10 remaja teman sebaya anti narkoba dengan indeks ketahanan diri mencapai 63,91 (kategori sangat tinggi). Mereka dipersiapkan sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah dan pergaulan remaja.

Tak hanya menyasar kesadaran, BNNK Labura juga membangun harapan. Melalui Program IKKR, sebanyak 20 warga kelompok rawan mendapat pelatihan life skill budidaya pepaya di Desa Londut, sebagai jalan keluar dari kerentanan ekonomi yang kerap menjadi pintu masuk narkoba.

Baca Juga :  Satres Narkoba Polres Langkat Tangkap Seorang Pria dengan Narkotika di Desa Stabat Lama

Sepanjang 2025, BNNK Labura menggelar 27 tes urine terhadap 1.756 orang. Hasilnya, 48 orang terdeteksi positif dan langsung diarahkan ke jalur rehabilitasi. Sementara itu, penyuluhan P4GN digelar 11 kali dengan menjangkau 2.093 peserta.
Di bidang rehabilitasi, 38 klien menjalani rawat jalan di Klinik Pratama Berkah BNNK Labura, 30 klien mendapat layanan pascarehabilitasi, dan 10 agen pemulihan disiapkan melalui Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) untuk memastikan pemulihan berkelanjutan.

Meski tidak ada berkas perkara narkotika yang P-21 di tingkat kabupaten, BNNK Labura tetap aktif melayani 159 klien asesmen terpadu, jauh melampaui target awal 40 klien. Seluruh layanan diperkuat dengan sistem digital seperti E-Mindik, TREN, dan New Sirena. (Randi Kurniawan)