Scroll untuk baca artikel
#
Example floating
Example floating
News

Diduga Diprovokasi Oknum Petinggi PT PKS Asam Jawa, Rumah Warga Hancur Diamuk Massa

254
×

Diduga Diprovokasi Oknum Petinggi PT PKS Asam Jawa, Rumah Warga Hancur Diamuk Massa

Sebarkan artikel ini
IMG 20260116 WA0005 scaled

LABUSEL, Halosumut.com – Aksi pengrusakan rumah warga terjadi di Dusun Sumberjo Pirbun C, Desa Asam Jawa, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Sebuah rumah milik pasangan suami istri Jhon K dan Paenah diduga dirusak oleh massa setelah dipicu isu pencurian Tandan Buah Sawit (TBS).

Berdasarkan informasi dari sejumlah saksi di lokasi, aksi anarkis tersebut diduga kuat diprovokasi oleh seorang oknum petinggi PT PKS Asam Jawa berinisial CRL. Massa yang datang ke rumah orang tua terduga pelaku pencurian TBS awalnya berniat mencari anak pemilik rumah. Namun karena rumah dalam keadaan kosong, kemarahan massa justru dilampiaskan dengan merusak bangunan tersebut.

Baca Juga :  Pengerasan Jalan Untuk Hotmix Namu Ukur Utara Dikerjakan Malam Seperti Proyek Siluman
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Situasi disebut semakin tidak terkendali setelah adanya dugaan keterlibatan langsung oknum petinggi perusahaan yang diduga memicu emosi massa hingga berujung pada pengrusakan rumah warga yang sama sekali tidak terlibat dalam dugaan pencurian.

Akibat kejadian itu, rumah korban mengalami kerusakan cukup parah. Pihak keluarga mengaku sangat terpukul karena rumah tersebut merupakan satu-satunya peninggalan orang tua mereka.

Anak pemilik rumah, SP (38), dengan mata berkaca-kaca menceritakan kesedihannya kepada awak media saat ditemui pada Sabtu (10/1/2026) di salah satu warung di Dusun Sumberjo.
“Aku sedih kali bang. Ziarah aku ke makam mamakku, nangis aku di sana karena melihat rumah mamakku hancur,” ucapnya lirih.

Baca Juga :  Diduga Penyalahgunaan Wewenang Camat Simanindo, Aktivitas Pecah Batu Manual Warga Berbuntut Penahanan!

Rumah

SP menegaskan bahwa keluarganya tidak membela jika memang ada anggota keluarga yang terbukti melakukan pencurian. Namun ia menilai aksi pengrusakan rumah sebagai tindakan yang tidak berperikemanusiaan.
“Kalau memang adik kami yang diduga mencuri, tangkap saja bang, bawa ke hukum. Kami ikhlas. Tapi jangan rumah orang tua kami yang jadi sasaran,” katanya.

Ia juga mempertanyakan hati nurani para pelaku pengrusakan.
“Nangis aku bang melihat rumah mamak kami itu. Apa nggak ada perasaan mereka melihat rumah itu dirusak?
Apa ada salah orang tua kami sama mereka sehingga jadi rumah orang tua kami sasarannya”. tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT PKS Asam Jawa, termasuk oknum berinisial CRL, maupun aparat kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan provokasi dan keterlibatan oknum perusahaan dalam insiden tersebut. (M.Y.K.Simanjuntak/Tim)