LANGKAT, Halosumut.com – Aktivis anti rasuah Ferry anggriawan menyoroti retribusi sampah wilayah Langkat hilir, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara yang diduga lebih banyak masuk ke kantong pribadi dari pada ke KAS daerah hingga kini menjadi sorotan, Jum’at (5/6/2026).
“Kami menemukan retribusi sampah pasar Stabat baru yang di kutip petugas Becak kepada pedagang di pasar baru Stabat ada yang tidak menggunakan karcis dan uang nya di duga di setorkan langsung kepada kepala UPT persampahan wilayah Langkat hilir yang berinisial “EN”,Terangnya.
Ia menambahkan, dari hasil investigasi yang kami dapat.uang retribusi tersebut di tidak di setorkan ke KAS daerah dan di duga masuk ke kantong pribadi oknum kepala unit tersebut.
Selain itu, anak dari “EN” juga diduga menjadi petugas retribusi sampah di pasar Stabat baru yang tentunya hal ini juga di nilai tidak pantas karena beraroma nepotisme.
Ferry meminta kepada aparat penegak hukum untuk melakukan Lidik terhadap retribusi sampah, karena kasus korupsi retribusi sampah juga pernah menimpa beberapa daerah di Indonesia, tutupnya.
Kepala unit pelaksana tugas (UPT) Persampahan wilayah Langkat hilir “EN” yang di konfirmasi via pesan WhatsApp mengatakan, “dapat info dari mana?, selanjutnya beliau juga mengatakan “itu gak benar”.
Untuk di ketahui bahwa “EN” dilantik menjadi kepala unit pelaksana tugas persampahan wilayah Langkat hilir Dinas lingkungan hidup pada tanggal 12 November 2025, sebelum nya “EN” menjabat sebagai bendahara di Dinas yang sama. (Roby tar)
Dukung Jurnalisme HALOSUMUT
Dalam segala situasi, HaloSumut.com berkomitmen menghadirkan fakta jernih langsung dari lapangan. Dukungan Anda membantu jurnalisme tetap independen dan terpercaya.
Berikan Apresiasi Sekarang
