Scroll untuk baca artikel
#
Example floating
Example floating
News

Puluhan Aktivis Minta KPK Memeriksa dan Menangkap Syah Afandin Dalam Dugaan Kasus Seleksi Guru PPPK Langkat

257
×

Puluhan Aktivis Minta KPK Memeriksa dan Menangkap Syah Afandin Dalam Dugaan Kasus Seleksi Guru PPPK Langkat

Sebarkan artikel ini
IMG 20241114 203310

JAKARTA, Halosumut.com – Puluhan aktivis mahasiswa yang menamakan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Perantau Asal Sumatera Utara, melakukan aksi damai di depan Gedung Merah Putih KPK RI di Jakarta, Jln.Kuningan Persada No.Kav 4, RT.1/RW.6, Guntur, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (14/11/2024).

Informasi yang disampaikan Koordinator Aksi Mhd.Zainudin Daulay dan Koordinator Lapangan Ahmad Akbar Maulana kepada wartawan menyebutkan bahwa aksi yang mereka lakukan merupakan bentuk keprihatinan mereka terhadap nasib guru honorer yang terzolimi, akibat adanya indikasi dugaan korupsi permainan mantan Plt Bupati Langkat Syah Afandin SH selaku Pembina Panitia Seleksi Daerah (Panselda) dan Sekda Langkat H. Amril SSos (Ketua Panselda) lewat kedok pemberlakuan Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan (SKTT) siluman.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Dijelaskannya, bahwa Polda Sumatera Utara telah menetapkan 5 orang tersangka atas dugaan kecurangan dalam seleksi penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kabupaten Langkat tahun 2023. Kendati ratusan guru honorer tersebut memiliki nilai ujian Computer Asisted Test (CAT) yang diselenggarakan BKN tinggi, namun faktanya mereka tidak lulus.

Baca Juga :  Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Jatuh Pada Senin 31 Maret 2025

Kelima tersangka tersebut yakni Kepala Sekolah SDN 055975 Pancur Ido, Kepala Sekolah SDN 056017 Tebing Tanjung Selamat, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Langkat dan Kasi Kesiswaan Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat.

Sehingga, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Langkat, Amril SSos dan mantan Plt.Bupati Kabupaten Langkat H.Syah Afandin SH yang keduanya merupakan Ketua dan Pembina Panselda Seleksi penerima guru honor PPPK Kabupaten Langkat tahun 2023, diduga juga terlibat dalam kasus kecurangan tersebut.

“Sebagaimana diketahui bahwa Ketua Panselda dan Pembina Panselda merupakan penanggung jawab atas sistem seleksi guru honorer PPPK tersebut. Sehingga, terjadi permainan uang untuk meluluskan guru honorer yang memiliki nilai CAT rendah. Diduga kuat, seleksi penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kabupaten Langkat 2023, sarat akan KKN,” ujar mereka.

Baca Juga :  13 Kapolres Jajaran Polda Sumut Diganti, Berikut Nama Namanya

Bahwa, sambungnya, seleksi penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kabupaten langkat tahun 2023 diduga adanya setor menyetor uang agar dapat lulus dalam seleksi tersebut.

Bukan itu saja, Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Perantau Asal Sumatera Utara tersebut, juga menyoroti maraknya tambang Galian C Non Logam yang berada di wilayah Kabupaten Langkat yang diduga tidak memiliki izin, namun dapat beroprasi dengan nyaman.

Menurut aktivis tersebut, menjamurnya aktivitas tambang Galian C itu, diduga adanya keterlibatan penerimaan fee oleh mantan Plt. Bupati Langkat. Hal ini terlihat karena Pemkab Langkat tidak pernah melakukan tindakan terhadap pengusaha pertambangan Galian C non logam yang tidak memiliki izin tersebut.

Baca Juga :  Kongres Bundo Kanduang Kedua Dibuka, Sebagai Identitas Perempuan Minang Yang Beradat

“Sehingga, kami meminta kepada KPK RI untuk turun ke Kabupaten Langkat dan memeriksa mantan Plt.Bupati Langkat atas dugaan keterlibatan dan/ atau menerima upeti atas pertambangan galian c non logam yag diduga tidak memiliki izin dan dapat beroprasi dengan nyaman. Kami juga meminta kepada KPK RI untuk segera turun ke Kabupaten Langkat dikarenakan Kabupaten Langkat Darurat Korupsi dan penyalahgunaan jabatan serta kehidupan guru-guru di Kabupaten Langkat sangat menyedihkan,” tandasnya. (Roby Tarigan/Tim)