Scroll untuk baca artikel
#
Example floating
Example floating
News

Tangkahan Perahu Tertutup Pasir, Nelayan Desa Bogak Besar Berharap Perhatian Bupati Sergai

169
×

Tangkahan Perahu Tertutup Pasir, Nelayan Desa Bogak Besar Berharap Perhatian Bupati Sergai

Sebarkan artikel ini
IMG 20260212 WA0017 scaled

SERDANG BEDAGAI, Halosumut.com – Masyarakat nelayan tradisional Desa Bogak Besar, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), menyampaikan harapan besar kepada Bupati Sergai H. Darma Wijaya agar segera memberikan solusi atas kondisi tangkahan atau kuala tempat sandaran perahu yang kini tertutup pasir akibat terjangan ombak laut.

Akibat kondisi tersebut, para nelayan mengalami kesulitan serius saat menyandarkan perahu sepulang melaut. Bahkan, sebagian nelayan terpaksa menambatkan perahunya di bibir pantai dengan risiko tinggi, mulai dari kerusakan hingga hancur diterjang gelombang laut yang datang sewaktu-waktu.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi, Kamis (12/2/2026), kuala lama yang berada di Dusun V Desa Bogak Besar yang sebelumnya menjadi jalur keluar masuk perahu nelayan dan berdekatan dengan pondok serta pemukiman warga kini telah tertimbun pasir. Gelombang laut yang cukup tinggi disebut sebagai penyebab utama tertutupnya akses tersebut.

Baca Juga :  DPP PJS Terbitkan SK Mandat Baru untuk Pengurus DPD Maluku

Demikian disampaikan Sekretaris
Kelompok Nelayan Sepakat Jaya Desa Bogak Besar, Misno yang juga merupakan salah seorang nelayan tradisional Desa Bogak Besar, mengungkapkan bahwa pada November lalu kondisi kuala masih berada dekat dengan pondok dan rumah penduduk, sehingga aktivitas sandar perahu berjalan normal.

“Waktu itu bulan November kuala kami masih dekat dengan pondok dan pemukiman namun akibat bencana alam sehingga tertutup pasir. Kami sudah pernah memohon agar diturunkan alat berat, tapi sampai sekarang belum ada realisasinya. Kalau ada alat berat secepat mungkin sangat kami harapkan, karena kami kesulitan menyandarkan perahu,” ujar Misno.

Ia menambahkan, saat ini keamanan perahu nelayan tidak lagi terjamin. Setiap pulang melaut, perahu harus diletakkan di bibir pantai dan sangat rawan rusak jika diterjang ombak.

Baca Juga :  Dapatkan Informasi Dari Warga,Kapolsek Sibabangun Gercep Kelokasi Penemuan Mayat

“Kalau dulu ada kuala, insyaallah aman. Sekarang ini perahu bisa bocor atau rusak. Di sini ada sekitar 75 perahu nelayan yang bersandar,” jelasnya.

Nelayan

Hal senada disampaikan mewakili seluruh nelayan tradisional lainnya, Nopember Manik. Ia menyebutkan bahwa kuala yang dahulu dekat dengan rumah warga kini sudah bergeser jauh ke arah bibir pantai.

“Kami sudah pernah bermohon ke pemerintah desa dan mengurus surat-surat yang diminta pihak PU. Katanya kendalanya karena alat berat sedang rusak,” ungkap Nopember.

Menurutnya, kondisi ini sangat memengaruhi aktivitas dan pendapatan nelayan kecil. Jika sebelumnya nelayan bisa berangkat melaut sejak pukul 06.00 WIB, kini mereka harus menunggu air laut pasang agar perahu bisa ditarik ke laut.

Baca Juga :  TMMD ke-125 Kodim 0209/Labuhanbatu Turut Sasar Aksi Bersih-Bersih Masjid Al-Huda di Tanjung Medan

“Kalau terlambat pulang, kami harus menunggu kawan lain untuk bantu menaikkan perahu. Risiko perahu rusak sangat besar,” tambahnya.

Atas kondisi tersebut, para nelayan tradisional Desa Bogak Besar berharap perhatian dan dukungan langsung dari Bupati Serdang Bedagai H. Darma Wijaya. Mereka memohon agar pemerintah daerah segera menurunkan alat berat untuk memperbaiki tangkahan dan mengembalikan fungsi kuala seperti semula.

“Kami mohon kepada bapak Bupati Sergai agar mendukung kami sebagai nelayan kecil. Perbaikan kuala ini sangat penting demi keselamatan dan keberlangsungan mata pencaharian kami sehari-hari sebagai nelayan,” pungkas Nopember. (Putra Nursaid)