Scroll untuk baca artikel
#
Example floating
Example floating
News

Wamen ATR/BPN Ajak Tim Ekspedisi Patriot 2026 Bantu Penataan Ruang dan Pendataan Masalah Pertanahan

5
×

Wamen ATR/BPN Ajak Tim Ekspedisi Patriot 2026 Bantu Penataan Ruang dan Pendataan Masalah Pertanahan

Sebarkan artikel ini
ATR/BPN
Foto: Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, mengajak Tim Ekspedisi Patriot 2026 berperan aktif mendukung penataan ruang dan mendata berbagai persoalan pertanahan di kawasan transmigrasi sebagai upaya mewujudkan pembangunan yang tertata, berkelanjutan, dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

JAKARTA, Halosumut.com – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, mengajak peserta Ekspedisi Patriot 2026 berkontribusi dalam mendukung penataan ruang serta membantu penyelesaian berbagai persoalan pertanahan di kawasan transmigrasi.

Ajakan tersebut disampaikan Ossy saat menghadiri acara Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (29/7/2026). Menurutnya, penataan ruang dan penyelesaian persoalan pertanahan merupakan bagian penting dalam mendukung pembangunan kawasan transmigrasi yang berkelanjutan.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

“Dalam penataan ruang, Tim Ekspedisi Patriot dapat berkontribusi melalui masukan berdasarkan hasil pengamatan di lapangan untuk penyempurnaan Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional maupun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di daerah,” ujar Ossy melalui rilis yang diterima media pada Kamis (30/7/2026).

Baca Juga :  Wabup Syahdian Purba Fokus Atasi Stunting dan Perbaiki Rumah Tak Layak Huni di Kampung Rakyat

Ia menjelaskan, penataan ruang menjadi fondasi utama dalam pembangunan suatu wilayah, termasuk kawasan transmigrasi. Proses tersebut meliputi perencanaan, pemanfaatan, hingga pengendalian ruang agar pembangunan berjalan tertata dan berkelanjutan.

Menurut Ossy, keberadaan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) juga memiliki peran strategis dalam meningkatkan kemudahan investasi. RDTR yang telah terintegrasi dengan sistem Online Single Submission (OSS) memungkinkan proses penerbitan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) dan perizinan dilakukan lebih cepat sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

Selain memberikan masukan terkait penataan ruang, Wamen ATR/Waka BPN juga mengajak ribuan mahasiswa peserta Ekspedisi Patriot 2026 untuk membantu mendata berbagai persoalan pertanahan yang masih dihadapi masyarakat transmigran, mulai dari penguasaan dan kepemilikan tanah hingga legalitas aset.

Baca Juga :  KPK dan ATR/BPN Perkuat Layanan Pertanahan, Sulut Jadi Daerah Percontohan

Menurutnya, data yang dikumpulkan para mahasiswa akan menjadi bahan penting bagi Kementerian ATR/BPN dalam mempercepat penyelesaian berbagai persoalan pertanahan di lapangan.

“Kami memohon kepada Tim Ekspedisi Patriot untuk mendata persoalan dan berkoordinasi dengan Kantor Pertanahan di tingkat kabupaten/kota agar dapat segera ditindaklanjuti. Saya yakin adik-adik mahasiswa, dibantu dosen dan guru besar, mampu menghasilkan kajian yang relevan, aplikatif, dan bermanfaat bagi masyarakat transmigran,” katanya.

Ossy menilai keterlibatan perguruan tinggi dalam program tersebut menjadi bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah dan kalangan akademisi untuk mendukung pembangunan kawasan transmigrasi yang lebih tertata, berdaya saing, dan memberikan kepastian hukum atas tanah bagi masyarakat.

Baca Juga :  BRI Rantauprapat Hadiri Pisah Sambut Dandim 0209/LB

Dalam kegiatan tersebut, Wamen ATR/Waka BPN didampingi Tenaga Ahli Bidang Administrasi Negara dan Good Governance, Ajie Arifuddin.

Acara Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2026 juga dihadiri Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman, Wakil Menteri Transmigrasi sekaligus Ketua Pelaksana Ekspedisi Patriot 2026 Viva Yoga Mauladi, serta perwakilan sejumlah kementerian dan lembaga. Pada kesempatan itu, para peserta turut mendapatkan pembekalan dari berbagai narasumber sebagai bekal pelaksanaan ekspedisi di kawasan transmigrasi. (RK/Red)