Scroll untuk baca artikel
#
Example floating
Example floating
News

Ditanya Soal Perkembangan Dugaan Korupsi Dana Hibah Pramuka, Kejari Labuhanbatu Memilih Bungkam

149
×

Ditanya Soal Perkembangan Dugaan Korupsi Dana Hibah Pramuka, Kejari Labuhanbatu Memilih Bungkam

Sebarkan artikel ini
Kejaksaan Labuhanbbatu 1221206115

LABUHANBATU Halosumut.com – Upaya memperoleh keterangan terkait perkembangan penanganan dugaan korupsi dana hibah Pramuka di Kabupaten Labuhanbatu belum membuahkan hasil.

Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu memilih tidak memberikan keterangan saat dikonfirmasi oleh wartawan Halosumut.com, Kamis (12/03/2026)

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Jurnalis Halosumut.com mencoba meminta klarifikasi mengenai sejauh mana proses penyelidikan maupun penyidikan kasus yang diduga melibatkan penggunaan dana hibah untuk kegiatan Pramuka tersebut.

Namun hingga berita ini diturunkan, pihak Kejari Labuhanbatu belum memberikan pernyataan resmi. Upaya konfirmasi dilakukan melalui pesan singkat kepada pihak terkait di lingkungan Kejari Labuhanbatu.

Meski pesan telah terkirim, tidak ada tanggapan yang diberikan oleh pihak Kejari Labuhanbatu, upaya konfirmasi yang dilakukan tidak mendapat respons.

Baca Juga :  Suami Calon Wakil Bupati Labuhanbatu Nomor Urut 03 Ditahan Diduga Perbuatan Kasus Cabul

Sikap bungkam ini menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat terkait transparansi penanganan perkara yang menjadi perhatian publik tersebut.

Ketua DPC Pro JurnalisMedia Siber (PJS) Labuhanbatu Raya, Rizal Efendi SH, berharap aparat penegak hukum dapat memberikan informasi yang jelas agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Sebab Dugaan korupsi dana hibah Pramuka di Kabupaten Labuhanbatu isunya sudah cukup lama berkembang ditengah tengah masyarakat yang dinilai ditangani oleh Kejari Labuhanbatu degan serius dan transparan.

Kasus ini pun disebut-sebut tengah dalam proses penanganan yang serius hingga beredar kabar sampai memanggil kurang lebih 70 orang untuk memberikan keterangan.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi terkait siapa saja pihak yang telah dimintai keterangan maupun jumlah kerugian negara yang diduga timbul dalam perkara tersebut.

Baca Juga :  Pengunaan Dana Desa Beruam Kecamatan Kuala Jadi Sorotan Publik

Rizal Efendi berharap Kejari Labuhanbatu dapat segera memberikan penjelasan resmi mengenai perkembangan penanganan kasus ini guna memastikan proses hukum berjalan secara transparan dan akuntabel.

Sampai berita ini diterbitkan, pihak Kejari Labuhanbatu masih belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang disampaikan oleh wartawan.