Scroll untuk baca artikel
#
Example floating
Example floating
News

Pemuda Papua Siapkan Diri Bangun Daerah Lewat Pendidikan di Politeknik Agraria STPN

95
×

Pemuda Papua Siapkan Diri Bangun Daerah Lewat Pendidikan di Politeknik Agraria STPN

Sebarkan artikel ini
Papua
Foto: Taruna asal Papua mengikuti pendidikan di Politeknik Agraria STPN sebagai bekal untuk membangun daerah melalui peningkatan kompetensi di bidang pertanahan dan tata ruang.

YOGYAKARTA, Halosumut.com – Semangat untuk kembali membangun tanah kelahiran menjadi alasan utama sejumlah generasi muda asal Papua memilih melanjutkan pendidikan di Politeknik Agraria STPN. Kampus kedinasan di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional itu dinilai menjadi tempat strategis untuk membekali diri dengan ilmu pertanahan dan tata ruang yang dibutuhkan dalam pembangunan daerah.

Salah satunya adalah Alfando Almendo, Taruna Tingkat II asal Manokwari, Papua Barat. Berdasarkan rilis yang diterima media pada Senin (22/6/2026), ia mengaku sejak awal memilih Politeknik Agraria STPN karena memiliki cita-cita untuk kembali ke Papua dan ikut terlibat dalam pembangunan daerah, terutama dalam sektor pertanahan yang menurutnya masih menghadapi banyak tantangan.

Baca Juga :  Ada Dugaan Makanan Pasien di RSUD Rantauprapat Tidak Layak Konsumsi (Busuk) Pihak Rumah Sakit Diminta Beri Klarifikasi
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Alfando menilai Papua membutuhkan lebih banyak sumber daya manusia yang memahami persoalan agraria agar pembangunan dapat berjalan lebih terarah. Berangkat dari pemikiran itu, ia memutuskan menempuh pendidikan yang secara khusus mempelajari tata kelola pertanahan.

Tak hanya mendapatkan ilmu akademik, Alfando juga merasakan banyak manfaat dari sistem pendidikan berasrama yang diterapkan di kampus tersebut. Menurutnya, pola pendidikan itu membentuk kedisiplinan, kepemimpinan, sekaligus kemampuan bekerja sama dengan taruna dari berbagai daerah di Indonesia.

Hal serupa juga dirasakan Rafael Korwa, Taruna Tingkat II asal Merauke, Papua Selatan. Ketertarikannya pada bidang pertanahan berawal dari kegemarannya melihat peta sejak kecil, hingga akhirnya ia memutuskan memperdalam ilmu survei dan pertanahan di Politeknik Agraria STPN.

Baca Juga :  BO Rantauprapat Gelar Buka Puasa Bersama PT Askrindo untuk Perkuat Sinergi Kerja Sama

Seiring proses pendidikan yang dijalaninya, Rafael memahami bahwa persoalan pertanahan memiliki kaitan erat dengan kehidupan masyarakat. Ia melihat masih banyak warga yang belum memahami hak atas tanah serta aturan hukum pertanahan, yang kerap memicu sengketa di lingkungan sekitar.

Menurut Rafael, kehadiran generasi muda yang memiliki kompetensi di bidang agraria sangat dibutuhkan, terutama di Papua yang memiliki tantangan tersendiri dalam pengelolaan lahan dan tata ruang.

Ia berharap ilmu yang diperolehnya selama pendidikan nantinya dapat dibawa kembali ke kampung halaman untuk membantu masyarakat lebih memahami persoalan pertanahan sekaligus melindungi hak-hak mereka.

Bagi Alfando dan Rafael, menempuh pendidikan di Politeknik Agraria STPN bukan hanya tentang mengejar pendidikan tinggi, tetapi juga bagian dari persiapan untuk menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah asal.

Baca Juga :  Kapolres Labuhanbatu Lakukan Kunjungan Kerja dan Hadiri Syukuran di Kediaman Bupati Labura

Kisah keduanya menunjukkan bahwa pembangunan daerah membutuhkan anak-anak muda yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan wilayahnya, termasuk di sektor agraria yang berperan penting dalam pembangunan berkelanjutan.

Sementara itu, bagi lulusan SMA atau sederajat yang ingin mendalami bidang pertanahan dan tata ruang, pendaftaran Taruna/Taruni Politeknik Agraria STPN masih dibuka hingga 18 Juni 2026. Informasi lengkap dapat diakses melalui situs resmi kampus. Politeknik Agraria STPN. (Randi Kurniawan)