LABUSEL, Halosumut.com – Ratusan jamaah dan pengikut Tarekat Naqsyabandiyah berkumpul dalam suasana khidmat di Persulukan Nurul Yaqin, Desa Tanjung Mulia, Selasa (8/9/2026), untuk memperingati Haul ke-50 Tuan Syekh Hasyim Rambe Al-Khalidi An-Naqsyabandi.
Peringatan haul lima dekade wafatnya ulama dan tokoh tarekat tersebut berlangsung semakin istimewa dengan kehadiran langsung pimpinan Besilam, Tuan Guru Babussalam Langkat, Syekh H. Zikmal Fuad, M.A. Al-Khalidi An-Naqsyabandi.
Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!Kehadiran Tuan Guru Babussalam Langkat disambut hangat oleh pimpinan Persulukan Nurul Yaqin, para ulama, tokoh masyarakat, serta ratusan jamaah yang telah memadati kompleks persulukan sejak pagi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, zikir bersama, serta doa untuk almarhum Tuan Syekh Hasyim Rambe. Para jamaah mengenang kembali jasa dan perjuangan beliau dalam menyebarkan ajaran Islam dan dakwah Tarekat Naqsyabandiyah, khususnya di wilayah Desa Tanjung Mulia.
Bagi para jamaah, haul tersebut bukan hanya menjadi momentum mengenang sosok guru yang telah wafat selama setengah abad, tetapi juga menjadi kesempatan untuk kembali mengingat nilai-nilai keagamaan dan keteladanan yang diwariskan.
Dalam tausiyahnya, Syekh H. Zikmal Fuad, M.A. mengingatkan jamaah agar senantiasa menjaga istiqamah dalam berzikir serta meneladani akhlak dan ketekunan para guru terdahulu.
Menurutnya, ajaran yang diwariskan Tuan Syekh Hasyim Rambe perlu terus dirawat dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat menjadi benteng moral bagi masyarakat.
“Peringatan haul bukan sekadar kenangan sejarah, melainkan sarana memperkuat tali silaturahmi, menyambung sanad keilmuan, dan memupuk kebersihan hati melalui zikir kepada Allah SWT,” ujar Tuan Guru Babussalam Langkat.
Pesan tersebut seolah mengingatkan kembali para jamaah bahwa usia seorang guru boleh berakhir, tetapi ilmu, nasihat dan keteladanan yang ditinggalkannya dapat terus hidup melalui murid-murid dan generasi penerus.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung Tuan Guru Babussalam Langkat. Setelah itu, jamaah mengikuti ramah tamah dalam suasana penuh kekeluargaan.
Para jamaah yang datang dari berbagai daerah pun meninggalkan kompleks Persulukan Nurul Yaqin dengan membawa pesan yang sama: menjaga silaturahmi, istiqamah dalam berzikir, serta meneruskan nilai-nilai keislaman yang telah diwariskan para guru terdahulu.
Peringatan Haul ke-50 Tuan Syekh Hasyim Rambe tersebut berlangsung aman, lancar dan penuh kekhusyukan hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai. (MYK.Simanjuntak)













