Scroll untuk baca artikel
#
Example floating
Example floating
News

LPAI Labuhanbatu Kembali Temukan Anak Buta Huruf di Kecamatan Bilah Hilir

92
×

LPAI Labuhanbatu Kembali Temukan Anak Buta Huruf di Kecamatan Bilah Hilir

Sebarkan artikel ini
IMG 20251201 120729 scaled
Oplus_0

LABUHANBATU Halosumut.com – Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kabupaten Labuhanbatu kembali menemukan kasus anak yang belum mampu membaca dan menulis di Kecamatan Bilah Hilir. Temuan ini menambah daftar kasus serupa yang sebelumnya telah diidentifikasi LPAI di beberapa kecamatan lain di Labuhanbatu.

Ketua LPAI Labuhanbatu, Agun Noto S.Kom, menjelaskan bahwa penemuan ini berawal dari kegiatan Pelatihan yang dilakukan di Desa Sei Tarolat, Kecamatan Bilah Hilir, dan pada kegiatan tersebut LPAI menerima Informasi bahwa ada anak yang belum pernah mengeyem pendidikan sama sekali.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Menerima informasi tersebut, Ketua LPAI Labuhanbatu bersama dengan pengurus bergerak cepat untuk bertemu secara langsung dengan anak dan keluarganya.

Baca Juga :  Di Tengah Gadget dan Hiruk Pikuk Kota, Cuk Pecel Kenalkan Buku ke Masyarakat

“Alhamdulillah kami sudah ketemu, dan bersepakat anak akan kami bawa kerumah aman LPAI untuk nanti kami sekolahkan,”kata Agun Noto Kepada Wartawan.

Dijelaskan Agun Noto, Awalnya anak tersebut pernah bersekolah dibangku kelas 1 SD, namun sekolah tersebut terputus setelah ibu nya meninggal dunia, hingga akhirnya ia sampai saat ini tidak pernah bersekolah lagi.

“Setelah ibu nya meninggal, anak tersebut tidak mau lagi bersekolah,”ujarnya.

Temuan tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan akses pendidikan di Bilah Hilir, terutama bagi anak-anak dari Keluarga kurang mampu. LPAI menilai bahwa faktor ekonomi, kurangnya pendampingan belajar, serta akses pendidikan yang tidak merata menjadi penyebab utama kondisi tersebut.

Baca Juga :  Pegadaian Desa Pon Enggan Dipublikasikan Terkait Penjualan Minyak Goreng Murah di Sei Bamban, Ada Apa?

Sebagai langkah tindak lanjut, LPAI Labuhanbatu berkomitmen melakukan pendampingan intensif bagi anak tersebut, termasuk menyediakan program belajar dasar, serta berkoordinasi dengan pihak sekolah dan pemerintah daerah.

“Kami berharap pemerintah dapat lebih fokus pada penguatan layanan pendidikan dasar, agar tidak ada lagi anak yang terabaikan haknya untuk mendapatkan pendidikan,” tambah Agun Noto.

LPAI juga mengajak para orang tua, masyarakat, serta para pemerhati pendidikan untuk bersama-sama memastikan terpenuhinya hak anak untuk memperoleh pendidikan yang layak. Organisasi ini menegaskan bahwa setiap anak, di manapun berada, berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan berkembang