SERGAI BEDAGAI, Halosumut.com – Diduga Dianiaya Oknum Centeng PT Lonsum Sei Rampah Estate , Pria Asal Sei Bamban Alami Luka Lebam Usai Ditangkap karena Dugaan Pencurian buah sawit Resmi Melaporkan Ke Polres Sergai Sabtu Sore 25 Juli 2026 Sekitar Pukul 15:00 Wib.
Seorang pria bernama Abdul Rasid(44), warga Dusun VII Berohol, Desa Sei Bamban, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), diduga menjadi korban penganiayaan setelah diamankan oleh petugas keamanan (centeng) di areal Perkebunan PT Lonsum Rampah Estate, Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.
Laporan tersebut dilakukan guna mengusut tuntas kejadian yang dialami Abdul Rasid dalam surat tanda laporan dengan nomor LP /B/STPL 258/VII/2026/SPKT/POLRES SERGAI/POLDA SUMUT.25 Juli 2026. Sebagai Pelapor Istri Korban bernama Nilawati (36) Warga Berohol Dusun VII Desa Sei Bamban Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).
Dalam isi laporan tersebut terlapor masi dalam penyelidikan belum diketahui siapa dibalik pelaku pengeroyokan dan pemukulan terhadap korban Abdul Rasid, namun lokasi kejadi tertulis jelas dilokasi Perkebunan PT Lonsume Sei Rampah Esate Kecamatan Sei Bamban Sergai.
Peristiwa kejadian tersebut berdasarkan informasi yang dihimpun, bermula saat Abdhul Rasit diduga mengambil 17 janjang buah kelapa sawit milik PT Lonsum Sei Rampah Estate.
Aksi tersebut disebut berhasil digagalkan oleh petugas keamanan kebun yang sedang berjaga.

Setelah diamankan, Abdhul kemudian dibawa ke kantor perkebunan untuk dimintai keterangan. Namun, korban mengaku justru mengalami tindakan kekerasan saat berada di dalam ruangan.
Akibat dugaan penganiayaan tersebut, Abdhul mengalami luka lebam di sejumlah bagian tubuh dan pada malam harinya, sekitar pukul 22.40 WIB, mendapatkan perawatan medis di RSU Melati, Desa Pon, Kecamatan Sei Bamban.
Saat ditemui awak media di RSU Melati, Abdhul mengakui dirinya memang mengambil 17 janjang buah sawit. Namun, ia membantah mendapat perlakuan yang semestinya setelah diamankan.
“Saya dibawa ke kantor, dimasukkan ke dalam ruangan, lampunya dimatikan, lalu dipukuli hingga babak belur,” ujar Abdhul.
Ia juga mengaku tangan kirinya diborgol sebelum diduga dipukul menggunakan benda keras, kayu, dan bambu oleh empat orang yang disebutnya bertugas di perkebunan tersebut.
“Tangan saya diborgol, kemudian dipukuli oleh empat orang. Saya dipukul pakai kayu dan bambu,” ungkapnya. (Putra NS)
Dukung Jurnalisme HALOSUMUT
Dalam segala situasi, HaloSumut.com berkomitmen menghadirkan fakta jernih langsung dari lapangan. Dukungan Anda membantu jurnalisme tetap independen dan terpercaya.
Berikan Apresiasi Sekarang
