Scroll untuk baca artikel
#
Example floating
Example floating
News

Lonjakan Kasus HIV/AIDS di Batu Bara: 137 Orang Terjangkit dalam 4 Bulan

324
×

Lonjakan Kasus HIV/AIDS di Batu Bara: 137 Orang Terjangkit dalam 4 Bulan

Sebarkan artikel ini
HIV/AIDS

BATU BARA, Halosumut.com —Inna lillahi wa inna ilayhi roji’un. Kabupaten Batu Bara tengah menghadapi lonjakan kasus HIV/AIDS yang cukup mengkhawatirkan. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Batu Bara per 27 April 2026, tercatat sebanyak 137 orang terjangkit HIV/AIDS dalam kurun waktu empat bulan terakhir.

Jika dirata-ratakan, angka tersebut menunjukkan bahwa setiap hari terdapat satu orang yang terjangkit, sebuah kondisi yang memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

Menurut keterangan pihak Dinas Kesehatan, peningkatan kasus ditemukan di sejumlah wilayah, di antaranya Sei Suka, Indrapura, Pematang Panjang, Labuhan Ruku, dan Tanjung Tiram.
“Dari hasil pemeriksaan, terdapat sejumlah wilayah dengan peningkatan kasus, dengan temuan terbanyak saat pemeriksaan di RSUD OK Arya Zulkarnain sebanyak 16 kasus,” ujar sumber terkait.

Baca Juga :  Update Terbaru Bencana Sumatera Utara: 221 Kejadian, 212 Korban, Polri Maksimalkan Penanganan di Lapangan

Berdasarkan data dari puskesmas di masing-masing kecamatan, Indrapura mencatat jumlah kasus tertinggi dengan 17 kasus, disusul oleh Sei Suka sebanyak 16 kasus. Sementara itu, Tanjung Tiram, Labuhan Ruku, dan Limapuluh masing-masing mencatat 12 kasus, Pagurawan 6 kasus, serta Pematang Panjang 4 kasus.

Adapun secara keseluruhan, RSUD OK Arya Zulkarnain mencatat total 57 kasus selama periode tersebut, menjadikannya sebagai fasilitas kesehatan dengan temuan kasus terbanyak.

Lonjakan ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap bahaya HIV/AIDS, termasuk pentingnya pemeriksaan dini, edukasi kesehatan, serta upaya pencegahan yang lebih masif.

Pemerintah daerah diharapkan dapat segera mengambil langkah strategis guna menekan angka penyebaran, termasuk melalui sosialisasi, peningkatan layanan kesehatan, serta kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat. (Fadli)