LANGKAT, Halosumut.com – Festival drumband dan karnaval budaya untuk memeriahkan dirgahayu Republik Indonesia yang ke 81 di kecamatan Tanjung pura menyisakan polemik.
Publik mempertanyakan keputusan dewan juri dalam menetapkan Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 (SMPN 2) Tanjung pura sebagai juara karnaval budaya tidak tepat, pasalnya parade kepala naga yang di pertunjukan berada di dalam barisan drumband dan bukan berada di depan parade.
Joko Susanto salah seorang guru mengaku kecewa dengan keputusan dewan juri, menurutnya para dewan juri harus menerapkan kesepakatan yang telah di sepakati bersama melalui technical meeting 1 dan 2 yaitu karnaval budaya berada di depan dan drumband berada di belakang.
“Lomba karnaval budaya dan drumband dalam kompetisi kemaren terpisah, aturan yang di berlakukan barisan karnaval budaya berada di depan bukan di belakang. maka secara teknis barisan SMP 2 karnavalnya tidak ada yang bisa di nilai selain gapura saja.”, ujarnya (23/08/2026).
Ia menambahkan, untuk pertunjukkan kepala naga yang mereka bawakan itu merupakan bagian dari street parade drumband. maka dari itu banyak yang protes karena panitia sudah melanggar aturan yang di sepakati.
Joko juga menilai semua ini akibat juri karnaval budaya atas nama Alfi Fadli tidak hadir di technical meeting 2 sehingga mengakibatkan Miskomunikasi mengenai teknis penilaian, kesesuaian, tema, kreativitas, properti dan harmonisasi.
“Lucunya disini pihak panitia mengeluarkan juknis mengenai protes yang harus membayar uang sebesar Rp.5 juta (Lima Juta Rupiah).Ya saya secara pribadi menganggap itu aturan yang tidak masuk akal, karena hadiah yang di terima saja tidak sampai Rp.1 juta (Satu Juta Rupiah)”, katanya.
Sementara itu ketua IDCA (Indonesia Drumband Corp Association) kabupaten Langkat Riza Ansyari mengatakan, kegiatan Festival drumband dan karnaval budaya pada 17 Agustusan kemarin merupakan kolaborasi antara pihak kecamatan Tanjung pura dengan IDCA.
Tetapi Reza enggan memberikan tanggapan lebih jauh, sembari mengarahkan awak media untuk menghubungi panitia.
“Kalau lebih jelas nya bg, hubungi saja panitianya Muhammad Ihsan, biar Abang dapat informasi yang akurat”, tuturnya, Senin, (24/08/2026).
Di waktu yang bersamaan ketua panitia pelaksana festival drumband dan karnaval budaya Muhammad Ihsan menjelaskan, festival ini terselenggara dengan waktu yang cukup singkat yaitu 14 hari sebelum hari H.
“Awal nya pelaksanaan festival drumband dan karnaval budaya ini tidak di adakan, lalu kami dari IDCA meminta agar kegiatan ini kami yang melaksanakan”, ucapnya.
Terkait tentang biaya pin seharga Rp.10 ribu/orang dan biaya protes sebesar Rp.5 Juta, Ihsan mengatakan hal tersebut sudah melalui kesepakatan bersama melalui technical meeting 1 dan 2
“Kita sudah mengundang para pelatih pada saat technical meeting dan semuanya sudah sepakat, jadi saya pikir hal itu tidak ada permasalahan lagi”, imbuhnya.
Ihsan juga menjelaskan tentang karnaval budaya yang belakangan viral di media sosial, bahwa hal tersebut juga sudah di sepakati bersama dengan para pelatih.walaupun pada saat technical meeting 2 dewan juri atas nama Alfi padly tidak hadir tetapi tentunya hal tersebut tidak membatalkan kesepakatan yang sudah kita sepakati.
“Parade kepala naga yang di tunjukkan SMPN 2 Tanjung pura merupakan bagian dari karnaval budaya”, katanya.
Kepala Sekolah SMPN 2 Sutarno S.Pd saat di konfirmasi via seluler mengatakan jika tema yang di tampilkan sekolah yang di pimpinnya tidak ada titipan dari oknum-oknum tertentu agar menang namun karena memang bagus yang kami tampilkan, sehingga sebelum bertandingpun banyak masyarakat mengatakan pasti menang. Ujarnya
Saat di singgung jika hari ini ada mengundang puluhan media kesekolah langsung mengatakan jika hanya sebatas silaturahmi dan tidak bersedia menjelaskan lebih lanjut giat tersebut dan langsung mengakhiri komunikasi seluler. (Roby tar)
Dukung Jurnalisme HALOSUMUT
Dalam segala situasi, HaloSumut.com berkomitmen menghadirkan fakta jernih langsung dari lapangan. Dukungan Anda membantu jurnalisme tetap independen dan terpercaya.
Berikan Apresiasi Sekarang
