MEDAN, 13 Oktober 2025 – Di tengah semakin memburuknya krisis kemanusiaan yang melanda rakyat Palestina, suara keprihatinan dan seruan moral untuk menghentikan kekejaman terhadap warga sipil Palestina kembali menggema dari Kota Medan. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Syarikat Islam Kota Medan di bawah kepemimpinan Ayahanda Adep Prabudi, SE, menyampaikan pernyataan sikap resmi yang menuntut penghentian total dan tanpa syarat atas genosida yang terus berlangsung terhadap rakyat Palestina.
Pernyataan tersebut disampaikan dengan penuh ketegasan dan kepedulian sebagai bentuk tanggung jawab moral serta solidaritas kemanusiaan yang berakar pada nilai-nilai ukhuwah Islamiyah dan prinsip keadilan universal. Dalam konferensi pers yang digelar di Medan, Adep Prabudi menegaskan bahwa apa yang terjadi di Palestina saat ini bukan lagi sekadar konflik politik atau militer, tetapi telah menjelma menjadi tindakan pemusnahan etnis (genosida) yang dilakukan secara sistematis, terencana, dan brutal terhadap warga sipil yang tak bersalah.
“Ini bukan perang biasa. Ini adalah kejahatan kemanusiaan yang terstruktur, kejahatan terhadap nurani, dan genosida yang nyata terjadi di depan mata dunia. Diam berarti ikut menyetujui kezaliman,” tegas Adep Prabudi, Ketua DPC Syarikat Islam Kota Medan.
Ia menambahkan bahwa Syarikat Islam Kota Medan, sebagai bagian dari organisasi Islam tertua di Indonesia yang memiliki sejarah panjang dalam memperjuangkan keadilan sosial dan kemerdekaan bangsa, tidak akan tinggal diam menyaksikan penderitaan rakyat Palestina yang kian tak terbendung. “Kami, segenap jajaran pengurus dan anggota DPC Syarikat Islam Kota Medan, dengan tegas menyerukan penghentian segala bentuk agresi militer, pembunuhan massal, dan blokade yang menyengsarakan rakyat Palestina, khususnya anak-anak dan perempuan,” ujarnya.
Seruan Moral dari Medan untuk Dunia
Dalam pernyataan sikapnya, DPC Syarikat Islam Kota Medan menegaskan bahwa suara yang mereka sampaikan bukanlah suara satu individu, melainkan suara kolektif dari seluruh pengurus, kader, dan simpatisan Syarikat Islam di Kota Medan yang memiliki kepedulian mendalam terhadap penderitaan bangsa Palestina.
Menurut Adep Prabudi, penderitaan rakyat Palestina telah mencapai titik yang sangat mengkhawatirkan. Ratusan ribu warga kehilangan tempat tinggal, ribuan anak-anak menjadi yatim piatu, dan banyak fasilitas publik, termasuk rumah sakit, sekolah, dan tempat ibadah, hancur akibat agresi militer. “Dunia seolah bungkam. Kemanusiaan seakan mati di hadapan kepentingan politik global,” katanya dengan nada prihatin.
Lebih lanjut, Adep menegaskan bahwa isu Palestina adalah isu kemanusiaan universal yang melampaui batas agama, ras, dan negara. Ia mengingatkan bahwa setiap manusia yang beradab memiliki tanggung jawab moral untuk menolak segala bentuk penindasan dan kekerasan terhadap sesama manusia.
“Kami menyerukan kepada seluruh umat Islam, dan juga kepada seluruh masyarakat lintas agama, untuk melihat penderitaan rakyat Palestina sebagai tragedi kemanusiaan yang menuntut solidaritas dan aksi nyata, bukan hanya simpati sesaat,” ungkapnya.
Desakan kepada Pemerintah Indonesia
Selain menyerukan penghentian genosida terhadap rakyat Palestina, DPC Syarikat Islam Kota Medan juga mendesak Pemerintah Republik Indonesia agar mengambil langkah yang lebih konkret dan tegas di kancah internasional. Menurut Adep Prabudi, Indonesia memiliki posisi strategis dan moral tinggi sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia dan sebagai bangsa yang lahir dari perjuangan melawan penjajahan.
“Kami mendesak pemerintah Indonesia untuk menggunakan seluruh pengaruh diplomatiknya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dan forum internasional lainnya. Indonesia harus menjadi motor penggerak dalam menekan dunia internasional agar menghentikan kekejaman ini dan menjatuhkan sanksi kepada pelaku kejahatan perang,” tegasnya.
DPC Syarikat Islam Kota Medan juga meminta pemerintah untuk memastikan akses bantuan kemanusiaan dapat masuk ke wilayah Palestina tanpa hambatan sedikit pun. Menurut Adep, bantuan kemanusiaan seringkali tertahan karena blokade yang diberlakukan, sehingga mengakibatkan ribuan korban jiwa akibat kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan.
Komitmen dan Langkah Nyata DPC Syarikat Islam Kota Medan
Sebagai bentuk solidaritas nyata, DPC Syarikat Islam Kota Medan menyatakan komitmennya untuk melakukan aksi kemanusiaan secara berkelanjutan. Beberapa langkah yang telah direncanakan antara lain:
-
Mengajak seluruh umat Islam dan masyarakat Kota Medan untuk terus memanjatkan doa bagi keselamatan dan kemerdekaan rakyat Palestina di setiap kesempatan, baik dalam kegiatan keagamaan maupun sosial.
-
Menggalang donasi dan bantuan kemanusiaan, yang akan disalurkan melalui lembaga-lembaga resmi dan terpercaya yang memiliki akses langsung ke wilayah terdampak konflik.
-
Melakukan edukasi publik melalui diskusi, seminar, dan kampanye sosial tentang pentingnya kepedulian terhadap isu Palestina sebagai bagian dari perjuangan kemanusiaan global.
-
Membangun jaringan solidaritas lintas organisasi keagamaan dan kemasyarakatan di Kota Medan untuk memperkuat aksi bersama demi mendukung perjuangan rakyat Palestina.
Menurut Adep Prabudi, gerakan solidaritas tidak hanya harus diwujudkan dalam bentuk aksi massa, tetapi juga dalam kesadaran kolektif dan dukungan moral yang berkelanjutan. “Kami ingin menjadikan Medan sebagai salah satu kota yang menyuarakan kemanusiaan dari hati nurani bangsa. Dari Medan, kami menyerukan kepada dunia: hentikan genosida terhadap rakyat Palestina sekarang juga,” ujarnya.
Seruan dari Medan untuk Perdamaian Dunia
Pernyataan sikap DPC Syarikat Islam Kota Medan ini juga diiringi dengan ajakan untuk memperkuat nilai-nilai perdamaian, keadilan, dan solidaritas antarbangsa. Adep menegaskan bahwa perjuangan membela Palestina bukanlah tindakan politis semata, melainkan bentuk nyata dari panggilan moral dan spiritual untuk menegakkan nilai kemanusiaan yang hakiki.
“Palestina adalah cermin kemanusiaan dunia. Bila dunia gagal menghentikan penderitaan rakyat Palestina, maka sesungguhnya dunia sedang kehilangan nuraninya,” ucapnya dengan nada haru.
Adep juga mengingatkan bahwa sikap apatis dan ketidakpedulian terhadap tragedi di Palestina hanya akan memperpanjang rantai kekerasan dan kebencian di dunia. Ia berharap agar seruan dari Kota Medan ini dapat menggema ke seluruh penjuru Indonesia dan menjadi bagian dari gelombang suara global yang menuntut keadilan dan kemerdekaan bagi Palestina.
Penutup: Solidaritas Tanpa Batas
Melalui pernyataan ini, DPC Syarikat Islam Kota Medan menegaskan kembali komitmennya untuk berdiri di garis depan perjuangan kemanusiaan. Mereka percaya bahwa perjuangan membela Palestina bukan sekadar tanggung jawab umat Islam, tetapi juga panggilan bagi setiap manusia yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan perdamaian sejati.
“Kami tidak akan berhenti bersuara sampai rakyat Palestina memperoleh kebebasan dan kemerdekaan penuh. Dari Medan, kami kirimkan doa, dukungan, dan seruan moral untuk dunia: hentikan genosida di Palestina tanpa syarat,” pungkas Adep Prabudi.
Seruan kemanusiaan yang bergema dari Medan ini menjadi pengingat bahwa meskipun jarak memisahkan, hati nurani dan kepedulian tidak mengenal batas wilayah. Dalam semangat persaudaraan dan kemanusiaan, DPC Syarikat Islam Kota Medan berdiri teguh di sisi rakyat Palestina, menolak kezaliman, dan menyerukan perdamaian yang hakiki bagi seluruh umat manusia.
Dukung Jurnalisme HALOSUMUT
Dalam segala situasi, HaloSumut.com berkomitmen menghadirkan fakta jernih langsung dari lapangan. Dukungan Anda membantu jurnalisme tetap independen dan terpercaya.
Berikan Apresiasi Sekarang
