SERDANG BEDAGAI, Halosumut.com – Cuaca ekstrem yang melanda perairan Selat Malaka selama tiga hari terakhir menimbulkan dampak serius bagi masyarakat pesisir Desa Bagan Kuala, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.
Sedikitnya 29 rumah warga di Dusun I rusak akibat terjangan ombak besar yang disertai timbunan pasir, sehingga memaksa puluhan keluarga mengungsi ke lokasi lebih aman. Untuk sementara waktu, para pengungsi menempati masjid dan Rumah Pintar Desa yang berada di dataran lebih tinggi guna menghindari ancaman gelombang pasang susulan.
Selain merusak rumah, gelombang tinggi juga menenggelamkan tiga sampan nelayan di pintu muara. Seluruh nelayan berhasil diselamatkan warga bersama perangkat desa.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Semua nelayan selamat. Namun armadanya masih di laut. Setelah ombak reda, baru akan kita evakuasi,” ujar Kepala Desa Bagan Kuala, Safril, saat ditemui di lokasi, Jumat (24/10/2025).
Safril menjelaskan kondisi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi kini semakin sering terjadi dan bukan lagi peristiwa musiman lima hingga sepuluh tahunan. Hal ini memperparah abrasi dan semakin mengancam permukiman warga.
“Lima tahun lalu jarak rumah warga masih sekitar 150 meter dari bibir pantai, sekarang tinggal 10 meter saja. Tiap tahun bisa abrasi 20 sampai 30 meter,” katanya.
Ia menyebut masyarakat sangat waspada karena gelombang tinggi dapat terjadi lebih dari satu kali dalam setahun.
Pemerintah Desa Bagan Kuala berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) segera memberi solusi jangka panjang dengan membangun pemecah ombak di sepanjang garis pantai desa.
“Kalau tidak ada pemecah ombak, warga takut untuk tinggal di sini. Setiap tahun gelombang tinggi selalu datang,” ungkapnya.
Safril juga menuturkan bahwa pihak desa bersama Pemerintah Kabupaten Sergai sudah bermusyawarah dengan masyarakat terkait rencana relokasi rumah yang terlalu dekat dengan pantai. Proposal pembangunan pemecah ombak juga telah disampaikan ke KKP melalui Dinas Perikanan Kabupaten Sergai.
“Kami berharap pemerintah pusat dapat segera merealisasikan pembangunan pemecah ombak dan relokasi rumah warga,” ucapnya.
Mengantisipasi cuaca yang belum stabil, ia mengimbau nelayan untuk tidak melaut sementara waktu dan warga tidak tinggal di rumah yang berisiko hingga situasi benar-benar aman.
“Kami minta warga jangan dulu melaut dan tidak tinggal di rumah sampai kondisi benar-benar aman,” tegasnya.
Pemerintah desa bersama kecamatan dan aparat terkait terus memantau kondisi cuaca serta melakukan pendataan warga terdampak. Bantuan darurat dan logistik mulai disalurkan, meski hingga kini Dinas Sosial Kabupaten Sergai belum meninjau langsung lokasi kejadian. (Putra Nursaid)
Dukung Jurnalisme HALOSUMUT
Dalam segala situasi, HaloSumut.com berkomitmen menghadirkan fakta jernih langsung dari lapangan. Dukungan Anda membantu jurnalisme tetap independen dan terpercaya.
Berikan Apresiasi Sekarang
