HALOSUMUT.COM, LABUSEL – Ini baru paten, amang/inang! Dalam rangka mengawasi pelaksanaan Inpres No. 4 Tahun 2025 tentang Pembangunan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), Anggota Komite IV DPD RI asal Sumut, KH. Muhammad Nuh, MSP, langsung turun gunung alias kunker ke kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Jumat (17/6).
Kedatangan Senator M. Nuh ini bukan kaleng-kaleng atau sekadar marnida-nida (jalan-jalan) ya, lae. Ini bagian dari agenda kerja Komite IV DPD RI yang memang fokus memegang urusan keuangan dan pembangunan daerah. Tujuan utamanya jelas, biar orang pusat tahu persis cemana informasi statistik paling baru terkait kondisi sosial, ekonomi, dan indikator strategis lainnya yang ada di Labusel. Ulang songon i (jangan kayak gitu)—kebijakan dibuat tapi gak tahu kondisi riil di bawah.
Apalagi, saat ini BPS lagi sibuk-sibuknya menggelar hajat besar nasional, yaitu Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di seluruh penjuru Indonesia. Petugas resmi BPS pun sudah mulai bergerak dari pintu ke pintu (door to door) mendata usaha warga sejak 15 Juni sampai nanti 31 Agustus 2026. Jadi kalau ada petugas datang ke rumah, disambut dengan baik, jangan pulak begu (marah-marah) atau dicuekin!
Kedatangan rombongan Senator M. Nuh ini disambut hangat penuh kekeluargaan oleh Kepala BPS Labusel, Zainal Arifin, bareng Kepala Dinas Sosial Pemkab Labusel, Cintra Isabella Simbolon. Dalam obrolan serius tapi santai itu, M. Nuh menegaskan kalau penggunaan data statistik yang valid dan paling update itu hukumnya wajib dalam merencanakan dan mengevaluasi pembangunan. Intinya, kalau datanya ngasal, ya kebijakan pembangunan bakal zonk alias gak tepat sasaran!
“Data yang dikeluarkan BPS ini penting kali sebagai rujukan kami di DPD RI, baik untuk proses legislasi maupun pengawasan. Makanya kita semua harus bersinergi, termasuk mengampanyekan literasi ‘Sadar Data’ ke tengah-tengah masyarakat. Kita pengen kebijakan yang dibuat orang pusat sana, harus betul-betul menjawab apa yang dibutuhkan masyarakat di daerah, terkhusus di Labusel ini,” tegas Muhammad Nuh.
Gak sampai di situ, beliau juga berharap kerja sama antara DPD RI dan BPS ini makin togu (kuat) ke depannya, terutama dalam hal penyediaan data yang gampang diakses sama para pejabat dan pemangku kepentingan. Menurutnya, para pengambil kebijakan juga harus pintar membaca data, biar gak salah ambil keputusan yang bikin rugi rakyat.
Sementara itu, Kepala BPS Labusel menyambut positif kedatangan Senator asal Sumut ini. Pihaknya sangat mengapresiasi perhatian DPD RI terhadap pentingnya statistik. Dalam pertemuan itu, BPS juga memaparkan sejumlah angka indikator utama pembangunan di Labusel, lengkap dengan apa saja tantangan dan peluang untuk bikin kualitas data daerah ini makin top markotop.
Kunker ini pun jadi momentum penting buat memperkuat koordinasi antara lembaga legislatif di pusat dengan institusi penyedia data di daerah. Harapannya, pembangunan daerah ke depan bisa lebih merata, efisien, dan betul-betul berbasis pada fakta nyata di lapangan, bukan sekadar tebak-tebak buah manggis. (Red)
Dukung Jurnalisme HALOSUMUT
Dalam segala situasi, HaloSumut.com berkomitmen menghadirkan fakta jernih langsung dari lapangan. Dukungan Anda membantu jurnalisme tetap independen dan terpercaya.
Berikan Apresiasi Sekarang
