LABUHANBATU, Halosumut.com – Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) masih menemukan tingginya angka anak putus sekolah dan anak yang belum bisa membaca serta menulis (buta huruf) di Kabupaten Labuhanbatu.
Temuan ini menjadi perhatian serius karena berdampak langsung terhadap masa depan anak dan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Labuhanbatu. Senin (12/01/2026)
Berdasarkan hasil pemantauan dan pendampingan yang dilakukan LPAI di sejumlah kecamatan, faktor utama penyebab anak putus sekolah antara lain kondisi ekonomi keluarga, kurangnya kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan, serta keterbatasan akses pendidikan di beberapa wilayah.
Ketua LPAI Labuhanbatu Agun Noto S.kom menyampaikan bahwa masih banyak anak usia sekolah dasar dan menengah yang tidak mengenyam pendidikan secara layak. Bahkan, LPAI menemukan anak-anak yang sudah berusia belasan tahun namun belum mampu membaca dan menulis dengan baik.
“Ini adalah kondisi yang sangat memprihatinkan. Anak-anak seharusnya mendapatkan hak dasar atas pendidikan, namun kenyataannya masih banyak yang terabaikan,” ujarnya.
LPAI menilai persoalan ini tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, dinas pendidikan, sekolah, serta masyarakat untuk melakukan pendataan ulang, memberikan pendampingan, dan membuka akses pendidikan alternatif bagi anak-anak yang telah putus sekolah.
Selain itu, LPAI juga mendorong adanya program kejar paket, pendidikan nonformal, serta literasi dasar bagi anak-anak dan keluarga yang terdampak. Upaya ini diharapkan dapat menekan angka buta huruf dan mengembalikan anak-anak ke dunia pendidikan.
“Anak adalah aset bangsa. Jika persoalan ini tidak segera ditangani, maka akan berdampak panjang terhadap pembangunan daerah dan masa depan generasi muda Labuhanbatu,” tambahnya.
LPAI berkomitmen untuk terus melakukan advokasi dan pendampingan demi terpenuhinya hak anak atas pendidikan yang layak dan bermartabat. (Red)
Dukung Jurnalisme HALOSUMUT
Dalam segala situasi, HaloSumut.com berkomitmen menghadirkan fakta jernih langsung dari lapangan. Dukungan Anda membantu jurnalisme tetap independen dan terpercaya.
Berikan Apresiasi Sekarang
