LABUHANBATU, Halosumut.com – Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu Abdi Jaya Pohan SH, menghadiri acara Seni Aksi dan Kreasi, Wisuda pelepasan TK dan SDIT Kuntum Bumi, Sabtu (31/05/2025).
Acara tersebut digelar di Gedung Serbaguna kuntum bumi, jalan Asrol Adam, Kelurahan Sioldengan, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.

Dalam sambutannya, Plt Kadisdik Abdi Jaya Pohan, menyampaikan bahwa ia merasa bahagia serta mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh Yayasan Pendidikan Islam Terpadu (YPIT) Kuntum Bumi tersebut.
“Saya sangat senang sekali, bahwa ini tradisi baik yang dilakukan Yayasan Kuntum Bumi,”ucapnya.
Momentum kegiatan tersebut juga tidak di sia siakan Abdi Jaya Pohan begitu saja, pada kesempatan berbahagia itu, ia langsung memaparkan Gerakan Kementrian Pendidikan Dasar Dan Menengah (Kemendikdasmen) yakni Gerakan 7+1 Anak Indonesia hebat menuju generasi emas tahun 2045.
Gerakan tersebut 7 dari kemendikdasmen, dan Kabupaten Labuhanbatu tambah 1 yaitu peduli lingkungan (kebersihan/sampah)
“Yang ke 8 itu tambahan dari disdik Labuhanbatu dalam mendukung kebijakan bupati Labuhanbatu agar Labuhanbatu bebas sampah, sehingga perlu dibangun kesadaran kepada masyarakat Labuhanbatu yang di mulai dari siswa/i TK, SD dan SMP di Labuhanbatu,”ujar abdi.
Yang mana pada gerakan itu, Dinas Pendidikan diminta untuk dapat mendorong program tersebut agar tersampaikan ketingkat bawah dan dapat digerakkan bersama sama.
Tujuh plus satu Kebiasaan Anak Indonesia Hebat itu adalah bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat dan tambahan satu dari pemkab Labuhanbatu yakni perduli terhadap lingkungan.
Peluncuran gerakan tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya menciptakan generasi emas Indonesia menuju tahun 2045. Pasalnya, melalui kebiasaan-kebiasaan tersebut Kemendikdasmen ingin memastikan anak-anak Indonesia tidak hanya unggul dalam aspek akademis, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat, kepeduliaan sosial, serta tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.
Menghadapi persaingan global yang semakin kompetitif dan arus globalisasi yang tidak bisa terbendung maka menyiapkan anak-anak Indonesia yang cerdas dan berkarakter menjadi keniscayaan.
Tanpa mempersiapkan generasi yang berkarakter maka Indonesia akan menjadi bangsa yang tidak memiliki peran apa-apa dalam pergaulan masyarakat dunia.
Bahkan, Indonesia hanya menjadi ‘objek penderita’ dari kemajuan peradaban dunia.
Gerakan Kebiasaan Anak Indonesia Hebat merupakan wujud nyata dari komitmen Kemendikdasmen dalam mengembangkan sistem pendidikan nasional yang berorientasi pada penguatan karakter bangsa.
Dengan menanamkan delapan karakter utama bangsa—religiusitas, bermoral, sehat, cerdas, kreatif, kerja keras, disiplin, mandiri dan bermanfaat -Kemendikdasmen percaya bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) berkualitas harus dimulai dari penanaman nilai-nilai luhur pada anak-anak sejak dini.
Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat terdengar sangat sederhana, namun jika gerakan itu mampu diinternalisasikan dengan sempurna akan membawa dampak yang luar biasa terhadap perubahan bangsa. Melalui gerakan ini akan menghasilkan anak-anak Indonesia yang tangguh, unggul dan bertanggungjawab baik kepada dirinya maupun terhadap masyarakat.
“Mari Kita dukung dan wujudkan gerakan 7+1 disekolah masing-masing, kolaborasi antara orang tua dan tenaga pendidik adalah peran penting untuk kita dapat mewujudkan cita cita ini,”tutupnya
Dukung Jurnalisme HALOSUMUT
Dalam segala situasi, HaloSumut.com berkomitmen menghadirkan fakta jernih langsung dari lapangan. Dukungan Anda membantu jurnalisme tetap independen dan terpercaya.
Berikan Apresiasi Sekarang
