LABUHANBATU, Halosumut.com – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) yang dipimpin Ketua Terpilih Ginda Ansari Sinaga melakukan audiensi dan silaturahmi ke kantor Pertanahan Labuhanbatu.
Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi antara organisasi kepemudaan dan otoritas pertanahan mengenai berbagai persoalan agraria yang dinilai masih menjadi isu strategis di wilayah Negeri Basimpul Kuat Babontuk Elok. Konflik kepemilikan lahan, sengketa pertanahan, hingga perlunya percepatan reforma agraria menjadi fokus pembahasan dalam dialog tersebut.
Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Labuhanbatu Khalid Afdillah Handoyo, S.H., didampingi Kepala Subbagian Kepala Tata Usaha H. Ismail, S.E. menegaskan bahwa penyelesaian konflik agraria membutuhkan pendekatan lintas sektor, bukan hanya menjadi tanggung jawab ATR/BPN semata. Langkah paling ideal adalah mendorong pembentukan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) di setiap daerah sebagai wadah koordinasi seluruh pemangku kepentingan dalam menyelesaikan persoalan pertanahan.
“Untuk penyelesaian konflik agraria, yang ideal adalah membentuk Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA), sehingga berbagai persoalan pertanahan, khususnya yang bersifat horizontal, tidak terus berlarut-larut,” ujarnya melalui rilis yang diterima media pada Selasa (11/8/2026).
Sementara itu, Ketua DPD KNPI Labuhanbatu Utara, Ginda Ansari Sinaga, mengatakan persoalan agraria selama ini menjadi salah satu isu yang paling sering menyita perhatian masyarakat. Menurutnya, berbagai sengketa lahan tidak hanya berdampak pada aspek hukum, tetapi juga berpotensi memicu konflik sosial apabila tidak segera ditangani secara komprehensif. (Randi Kurniawan)
Dukung Jurnalisme HALOSUMUT
Dalam segala situasi, HaloSumut.com berkomitmen menghadirkan fakta jernih langsung dari lapangan. Dukungan Anda membantu jurnalisme tetap independen dan terpercaya.
Berikan Apresiasi Sekarang
