LABUHANBATU UTARA Halosumut.com – Perjuangan membela kepentingan rakyat kembali ditunjukkan oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Labuhanbatu, Wiwi Malpino Hasibuan SH.
Dalam upaya menyuarakan aspirasi masyarakat Di Padang Halaban Labura, Wiwi Hasibuan rela menghadapi tekanan, bahkan hingga mengalami luka fisik dan berdarah-darah.
Insiden tersebut terjadi saat Wiwi Hasibuan bersama kader DPC GMNI Labuhanbatu mengawal aksi perjuangan rakyat yang menuntut keadilan atas akan dilakukanya eksekusi lahan yang beberapa tahun ini dimiliki oleh masyarakat.
Aksi yang sejatinya berjalan damai itu berubah ricuh akibat adanya tindakan represif yang diterima massa aksi, Rabu (28/01/2026)
Sebagai pimpinan organisasi mahasiswa yang berlandaskan Marhaenisme, Wiwi Hasibuan berada di barisan terdepan, memastikan suara rakyat tetap tersampaikan.
Luka dan darah yang mengalir menjadi bukti nyata bahwa perjuangan untuk keadilan sosial bukanlah jalan yang mudah, namun harus terus diperjuangkan tanpa rasa takut.
“Perjuangan ini bukan tentang saya, tetapi tentang rakyat. Selama masih ada ketidakadilan, GMNI akan tetap berdiri bersama rakyat, apa pun risikonya,”tegas Wiwi Hasibuan usai kejadian.
DPC GMNI Labuhanbatu menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap aktivis dan rakyat adalah bentuk pembungkaman demokrasi yang tidak dapat dibenarkan.
Organisasi mendesak pihak-pihak terkait untuk bertanggung jawab serta menjamin kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum.
GMNI Labuhanbatu mengajak seluruh elemen masyarakat, pemuda, dan mahasiswa untuk tidak gentar menghadapi tekanan, serta terus mengawal perjuangan rakyat demi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dukung Jurnalisme HALOSUMUT
Dalam segala situasi, HaloSumut.com berkomitmen menghadirkan fakta jernih langsung dari lapangan. Dukungan Anda membantu jurnalisme tetap independen dan terpercaya.
Berikan Apresiasi Sekarang
