ACEH TAMIANG, Halosumut.com – Nyonya Principal Director PT Socfin Indonesia, Luluk Williams, kembali melanjutkan kunjungan kerjanya ke Kebun Sei Liput, Aceh Tamiang, Jumat (17/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, ia menggelar berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, salah satunya pelatihan pembuatan tempe bagi ibu-ibu PKK dari Desa Alur Sitebu, Kecamatan Kejuruan Muda, serta Desa Rimba Sabang, Kecamatan Tenggulun.
Seperti pada kegiatan sebelumnya, perusahaan juga memberikan bantuan peralatan yang dapat digunakan warga untuk memproduksi tempe secara mandiri.
Kunjungan ini turut didampingi Nyonya General Manager Hartaty M. Tarigan dan Nyonya Kepala Bagian Umum Indun Mindiarna Sugihartana.
Dalam sambutannya, Luluk Williams menyampaikan apresiasinya terhadap masyarakat Kebun Sei Liput yang dinilai mampu bangkit dengan cepat pasca bencana banjir bandang yang sempat melanda wilayah tersebut.
“Kami melihat masyarakat di sini luar biasa, mampu bangkit dan pulih dengan cepat setelah bencana. Melalui pelatihan pembuatan tempe ini, kami berharap dapat membantu mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat yang sempat terdampak,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelatihan ini diharapkan dapat menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat. Bahkan ke depan, pihaknya juga akan memperkenalkan inovasi olahan seperti keripik tempe sagu yang bahan dasarnya serupa.
“Harapannya, kegiatan ini bisa meningkatkan pendapatan keluarga. Kami juga akan menambah keterampilan lain seperti pembuatan keripik tempe sagu agar bisa dikembangkan lebih luas,” tambahnya.
Sementara itu, Groupman 1 Wandy Cahyadi berharap wilayah terdampak banjir dapat pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat. Ia menilai pelatihan ini tidak hanya menambah pengetahuan masyarakat, tetapi juga berpotensi menjadi cikal bakal usaha mikro kecil menengah (UMKM).
“Ke depan kami berharap ini bisa berkembang menjadi UMKM, bahkan desa ini dapat memproduksi tempe dalam skala besar. Apalagi yang dibuat adalah tempe premium, sehat dan memiliki nilai jual,” ungkapnya.
Pengurus PT Socfindo Kebun Sei Liput, Risjon Sitorus Pane, juga menyampaikan harapannya agar pelatihan ini dapat memunculkan ide usaha baru bagi masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, sehingga mampu menjadi sumber ekonomi keluarga maupun desa.
Ia turut mengenang kondisi saat banjir bandang yang terjadi pada akhir November hingga awal Desember lalu, yang sempat melumpuhkan aktivitas masyarakat dan perusahaan.
“Banjir saat itu sangat berat, dengan ketinggian air mencapai 5 hingga 6 meter. Rumah dan kendaraan sempat terendam bahkan berserakan. Butuh waktu dan energi besar untuk memulihkan kondisi hingga saat ini,” jelasnya.
Meski demikian, ia bersyukur kondisi kini telah berangsur pulih dan lingkungan kembali layak huni. Kunjungan Luluk Williams disebutnya menjadi motivasi tambahan bagi karyawan dan masyarakat untuk terus bangkit.
“Kehadiran beliau memberi semangat dan inspirasi bagi kami untuk terus berbuat lebih baik dari tahun ke tahun,” katanya.
Di sisi lain, Camat Kejuruan Muda, Mukhtar Hadi, mengaku sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar PT Socfin Indonesia tersebut. Ia menilai pelatihan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan keterampilan dan peluang usaha.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian Socfindo yang terus hadir di tengah masyarakat. Harapannya, warga dapat mengaplikasikan ilmu ini, baik dalam produksi maupun pemasaran,” ujarnya.
Menurutnya, kontribusi perusahaan selama ini dirasakan luas oleh masyarakat, baik melalui program CSR maupun dukungan terhadap berbagai kegiatan pemerintahan.
“Kontribusi Socfindo sangat besar dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut ke depannya,” tutupnya. (Randi Kurniawan/Red)
Dukung Jurnalisme HALOSUMUT
Dalam segala situasi, HaloSumut.com berkomitmen menghadirkan fakta jernih langsung dari lapangan. Dukungan Anda membantu jurnalisme tetap independen dan terpercaya.
Berikan Apresiasi Sekarang
