HALOSUMUT.COM, NIAS – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Provinsi Sumatera Utara, Senator K.H. Muhammad Nuh, menunjukkan komitmennya dalam mengawal aspirasi daerah dengan menggelar masa reses selama satu pekan penuh di Kepulauan Nias. Dengan agenda yang sangat padat, Senator M. Nuh tidak hanya berdialog di pusat kota, tetapi juga menyambangi wilayah terluar hingga menyeberang ke pulau kecil di Nias Barat.
Perjalanan reses dimulai dari Pemerintah Kota Gunungsitoli. Di sana, Senator M. Nuh bertemu dengan Wakil Walikota dan jajaran OPD setempat untuk membahas berbagai tantangan pembangunan di tengah masa efisiensi anggaran, serta krusialnya akses logistik antarwilayah dan optimalisasi dana desa.
Tak hanya urusan birokrasi, Senator M. Nuh juga meninjau kantor BMKG dan berdialog langsung dengan kepala kantor setempat. Fokus utamanya adalah mengevaluasi penanganan pasca-gempa yang pernah melanda wilayah tersebut, guna memastikan kesiapsiagaan bencana di masa depan.
Bergerak lebih jauh, Senator M. Nuh mengunjungi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) yang menaungi seluruh wilayah Pulau Nias. Kunjungan ini menarik perhatian publik karena ia secara spesifik membahas skema insentif pajak bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, serta kemudahan layanan bagi masyarakat di kabupaten yang belum memiliki kantor pelayanan pajak permanen.
Rangkaian pertemuan maraton juga digelar bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemuda di lima kabupaten/kota se-Pulau Nias, yakni Gunungsitoli, Nias, Nias Selatan, Nias Utara, dan Nias Barat. Dalam diskusi tersebut, aspirasi yang mendominasi adalah persoalan infrastruktur jalan lintas kabupaten yang rusak parah, jaminan makanan halal, hingga implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Saya mendengar langsung perjuangan masyarakat Nias. Ini bukan sekadar kunjungan, tapi tugas konstitusional untuk memperjuangkan kebijakan nasional yang berpihak pada daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal),” tegas Senator M. Nuh saat berpidato di hadapan para tokoh masyarakat.
Momen paling ikonik dalam reses ini adalah saat Senator M. Nuh menyeberangi lautan menuju sebuah pulau kecil di wilayah Nias Barat. Di pulau terpencil tersebut, ia mendapati keluhan masyarakat terkait minimnya pasokan BBM bersubsidi. “Di sinilah makna reses sebenarnya. Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi,” tambahnya dengan penuh empati.
Selama di Pulau Nias, Senator M. Nuh didampingi tim ahli serta tokoh-tokoh dari Gunungsitoli dan Nias Utara. Ia menegaskan akan membawa seluruh catatan ini, mulai dari usulan pengaktifan pelabuhan daerah kepulauan hingga alokasi dana desa untuk pembangunan kantor desa, langsung ke tingkat komite di Senayan.
Kepulauan Nias secara geografis merupakan wilayah yang terpisah dari daratan utama Sumatera. Hal ini menyebabkan rantai pasok logistik menjadi lebih panjang dan biaya hidup cenderung lebih tinggi. Ketergantungan pada transportasi laut dan udara menjadikan stabilitas harga BBM dan ketersediaan infrastruktur pelabuhan sebagai urat nadi ekonomi masyarakat lokal.
Kerusakan jalan lintas kabupaten bukan sekadar masalah kenyamanan berkendara, melainkan penghambat utama distribusi hasil bumi petani Nias ke pasar. Dampaknya, angka kemiskinan di beberapa titik masih sulit ditekan karena akses pendidikan dan kesehatan juga ikut terganggu akibat aksesibilitas yang buruk. Selain itu, minimnya kantor pelayanan publik di beberapa kabupaten memaksa warga mengeluarkan biaya transportasi ekstra hanya untuk mengurus administrasi pajak atau perizinan.
Kehadiran Senator M. Nuh diharapkan menjadi jembatan percepatan pembangunan melalui kebijakan afirmatif dari pemerintah pusat. Solusi yang mendesak adalah revitalisasi infrastruktur jalan provinsi dan nasional di Nias, serta penambahan kuota BBM bersubsidi khusus untuk masyarakat nelayan dan pulau terpencil. Selain itu, digitalisasi layanan publik harus segera diakomodasi agar warga di pelosok Nias tidak perlu menempuh perjalanan jauh ke pusat kota untuk mendapatkan layanan dasar. (HS/JI)
Dukung Jurnalisme HALOSUMUT
Dalam segala situasi, HaloSumut.com berkomitmen menghadirkan fakta jernih langsung dari lapangan. Dukungan Anda membantu jurnalisme tetap independen dan terpercaya.
Berikan Apresiasi Sekarang
