LABUHANBATU, Halosumut.com – Aroma busuk bisnis narkoba diduga kembali menyeruak dari Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan. “Nama Bacok, warga Dusun A3, Desa Air Merah, Kecamatan Kampung Rakyat kembali menjadi buah bibir warga. Seorang Pria yang disebut-sebut lihai dan licin ini dikabarkan telah lama menjalankan bisnis sabu tanpa tersentuh hukum.
Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan, Bacok diduga melancarkan aksinya di daerah sebuah Ram Sawit yang berada di Dusun A3, Bukan bekerja sendirian, Bacok diduga dibantu sejumlah orang kepercayaannya.
Salah seorang warga Dusun A3, berinisial P (47), kepada wartawan menuturkan bahwa Bacok bukan pemain kecil. “,Kalau Bacok itu pemain besar di sini bang, masyarakat sini juga tau semua siapa bacok, dialah bandar sabu disini,” ujarnya. Sabtu 29/11/2025) malam.
Lebih lanjut, P (47) menjelaskan, jaringan yang diduga dikendalikan Bacok itu telah cukup lama beroperasi. Banyak yang mengaku heran mengapa aktivitas tersebut seolah bisa beroperasi tanpa hhambatan
“Warga sudah lama gelisah, tapi ya… begitulah. Mereka seperti tidak tersentuh,” imbuhnya.
Aktivitas jaringan narkoba ini tidak hanya membuat resah, tapi mulai meninggalkan dampak serius bagi warga. Banyak yang mengeluh bahwa lingkungan mereka berubah dari kawasan tenang menjadi titik rawan.
Beberapa warga mengaku terlalu sering melihat orang asing keluar masuk di kampung mereka pada siang dan malam hari. Kondisi ini membuat orang tua gelisah dan membatasi anak-anak bermain di luar rumah. “Kami takut salah pergaulan, takut juga terjadi apa-apa kalau tiba-tiba ada ribut soal transaksi,” ujar seorang ibu rumah tangga yang rumahnya dekat dari salah satu lokasi transaksi barang haram tersebut.
Ketakutan lain yang muncul adalah meningkatnya aksi pencurian kecil-kecilan. Warga menduga sejumlah pelaku adalah pengguna sabu yang nekat mencari uang dengan cara cepat.
“Dulu jarang ada maling. Sekarang, buah kelapa sawit hilang, ayam hilang, gas hilang, kadang sepeda pun diembat,” keluh Ibu Rumah Tangga tersebut.
Secara ekonomi, kondisi desa juga ikut terdampak. Banyak pedagang kecil mulai rugi karena pembeli resah keluar malam. Beberapa pemilik toko bahkan memilih menutup lebih cepat demi menghindari risiko.
“Yang kena bukan cuma moral anak muda, tapi kantong kami juga,” ujar pemilik warung di kawasan Dusun A3.
Rasa aman warga berangsur hilang. Orang-orang mulai berbicara dengan suara pelan ketika menyebut nama Bacok, karena takut dipantau kaki tangan jaringan tersebut.
“Kalau jaringan narkoba sudah seperti kerajaan kecil di kampung, itu bahaya besar,” kata S (60) salah satu masyarakat.
Keresahan itu membuat warga berharap aparat penegak hukum khususnya Polres Labuhanbatu Selatan dan Polsek Kampung Rakyat melakukan penindakan nyata dan menyeluruh.
“Bukan cuma kucing-kucingan. Kami butuh tindakan tegas. Kalau tidak, kampung ini habis ditelan narkoba,” tegas S (60).
Maraknya dugaan aktivitas ini kembali memantik sorotan publik. Warga berharap aparat penegak hukum Polres Labuhanbatu Selatan Polda Sumatera Utara, untuk turun langsung guna menelusuri lebih dalam tentang informasi yang beredar, agar keresahan masyarakat tidak dibiarkan berlarut. (Red)
Dukung Jurnalisme HALOSUMUT
Dalam segala situasi, HaloSumut.com berkomitmen menghadirkan fakta jernih langsung dari lapangan. Dukungan Anda membantu jurnalisme tetap independen dan terpercaya.
Berikan Apresiasi Sekarang
