LABUHANBATU Halosumut.com — Dalam upaya memberikan perlindungan sekaligus pemenuhan hak dasar anak, Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Labuhanbatu telah menyekolahkan seorang anak terlantar ke Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Rantauprapat, sebagai bentuk dukungan terhadap hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Anak berinisial JL dan YD, usia 18 dan 10 Tahun, sebelumnya tidak mendapatkan perhatian seperti anak lainya, mereka hidup tanpa arah kesana kemari karena permasalahan ekonomi keluarga.
Sehingga akibat permasalahan tersebut berdampak pada terganggunya proses pendidikan formal yang seharusnya mereka tempuh. Setelah melalui pendampingan dan asesmen dari tim LPAI Labuhanbatu. Lembaga memutuskan untuk mengupayakan akses pendidikan alternatif yang sesuai dengan kondisi anak, yakni melalui program SKB.
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Agun Noto S.Kom menjelaskan bahwa pendidikan adalah hak mendasar setiap anak yang harus dipenuhi, terlepas dari latar belakang maupun situasi yang mereka alami.
“Kami berkomitmen untuk tidak hanya melindungi anak dari kekerasan, tetapi juga memastikan mereka tetap mendapatkan kesempatan untuk belajar dan berkembang. SKB menjadi solusi yang fleksibel dan mendukung bagi anak-anak yang sempat terhenti pendidikannya,”ujarnya. Sabtu (06/09/2025)
SKB merupakan satuan pendidikan nonformal di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang memberikan layanan pendidikan kesetaraan setara SD, SMP, dan SMA.
Dengan dukungan tenaga pendidik yang terlatih serta metode belajar yang adaptif, SKB diharapkan dapat menjadi jembatan bagi anak-anak yang membutuhkan pendidikan alternatif.
Lembaga Perlindungan Anak berharap langkah ini dapat menjadi contoh bagi institusi lainnya dalam memperjuangkan hak anak untuk belajar, serta memperkuat kolaborasi antar lembaga, pemerintah, dan masyarakat dalam memberikan perlindungan dan layanan terbaik bagi anak-anak Indonesia.
Dukung Jurnalisme HALOSUMUT
Dalam segala situasi, HaloSumut.com berkomitmen menghadirkan fakta jernih langsung dari lapangan. Dukungan Anda membantu jurnalisme tetap independen dan terpercaya.
Berikan Apresiasi Sekarang
