BATU BARA, Halosumut.com — Aktivitas alat berat jenis ekskavator yang diduga digunakan untuk membuka lahan di kawasan hutan lindung Desa Nenasiam mulai terungkap. Warga setempat melaporkan adanya pergerakan alat berat yang mencurigakan, termasuk saat meninggalkan lokasi pada dini hari.
Berdasarkan keterangan warga, ekskavator terlihat keluar dari kawasan hutan lindung pada Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Pergerakan tersebut dinilai tidak biasa karena dilakukan pada waktu subuh.
“Kami lihat alat berat itu keluar dari lokasi subuh, seolah-olah terburu-buru,” ungkap salah seorang warga.

Warga lainnya juga menyebutkan bahwa sebelumnya terdapat empat unit ekskavator yang masuk ke kawasan hutan lindung tersebut. Namun, dua unit di antaranya dilaporkan telah meninggalkan lokasi pada waktu dini hari.
“Ada empat ekskavator yang masuk ke dalam hutan lindung. Dua sudah pergi jam 3 subuh bang, dua lagi tidak tahu ke mana,” ujar seorang warga yang mengaku menyaksikan langsung aktivitas tersebut.
Selain itu, warga memperkirakan luas hutan yang telah dibabat mencapai kurang lebih satu hektare. Aktivitas tersebut menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama terkait dampak lingkungan dan keberlangsungan sumber mata pencaharian warga.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai legalitas aktivitas pembukaan lahan tersebut maupun keberadaan alat berat di kawasan hutan lindung.
Masyarakat berharap pemerintah dan aparat penegak hukum segera turun tangan untuk melakukan penelusuran serta mengambil tindakan tegas terhadap aktivitas yang diduga melanggar aturan tersebut. (FI/Tim)
Dukung Jurnalisme HALOSUMUT
Dalam segala situasi, HaloSumut.com berkomitmen menghadirkan fakta jernih langsung dari lapangan. Dukungan Anda membantu jurnalisme tetap independen dan terpercaya.
Berikan Apresiasi Sekarang
