TARUTUNG, Halosumut.com – Dedikasi dan aksi cepat tanggap Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dalam memimpin pemulihan pasca-bencana banjir bandang dan tanah longsor mendapat apresiasi tinggi. Kepemimpinan Bupati Dr. Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat dinilai menjadi kunci krusial dalam menstabilkan kondisi wilayah yang luluh lantak sejak akhir November 2025 lalu.
Apresiasi tersebut datang dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Organisasi mahasiswa ini menilai, di tengah situasi kritis, Pemkab Taput berhasil menunjukkan keberpihakan nyata kepada rakyat melalui langkah-langkah taktis di lapangan.
Wakil Ketua DPP GMNI Bidang Geopolitik, Frans Simanjuntak, yang menyaksikan langsung dampak bencana di tanah kelahirannya, memuji ketangguhan Bupati JTP. Menurutnya, respons yang ditunjukkan melampaui standar birokrasi biasa.
“Bupati JTP habis-habisan (total) demi pemulihan warga. Kita harus jujur melihat ironi di banyak daerah, tidak semua kepala daerah mampu bertahan, apalagi tetap responsif dalam tekanan situasi sesulit ini. Bupati Taput membuktikan kelasnya dengan kerja nyata, bukan sekadar retorika,” tegas Frans kepada awak media, Rabu (7/1/2026).
Frans menambahkan, kehadiran pemimpin di tengah warga yang terisolasi di Kecamatan Adiankoting, Tarutung, dan Sipoholon menjadi suplemen moril yang sangat dibutuhkan masyarakat saat itu.
Ketua DPD GMNI Sumatera Utara, Armando Sitompul, mengungkapkan bahwa Taput merupakan episentrum aksi kemanusiaan GMNI. Ia mencatat solidaritas kader GMNI dari berbagai penjuru nusantara mengalir deras ke wilayah ini.
“Kami sudah lebih dari tiga kali turun langsung menyalurkan donasi dari kawan-kawan GMNI Jawa Timur, Sulawesi Tengah, hingga Riau. Selama di lapangan, relawan kami menangkap langsung getaran rasa syukur masyarakat,” ujar Armando.
Ia juga menyoroti sinergi lintas instansi yang terbangun sangat harmonis. “Kami bangga melihat Bang JTP dan jajaran Pemkab Taput bersinergi secara total dengan Gubernur Sumut, Bobby Nasution. Kolaborasi yang padu antar-instansi inilah yang mempercepat pemulihan. Upaya kolaboratif seperti ini sangat layak mendapat apresiasi tinggi,” tambahnya.
Sejak hari pertama bencana pada 25 November 2025, Bupati JTP Hutabarat kerap tertangkap kamera berada di baris terdepan, bahkan ikut mengawal langsung alat berat untuk membuka blokade material longsor di jalur nasional.
Kini, memasuki awal 2026, fokus pemerintah telah bergeser ke fase rekonstruksi permanen
– Perumahan Rakyat, Dari 224 unit Hunian Tetap (Huntap) yang diperjuangkan bagi penyintas, 103 unit di antaranya telah memasuki tahap konstruksi fisik.
– Aksesibilitas, Percepatan pembersihan sisa material di desa-desa terpencil terus dipacu guna memulihkan urat nadi ekonomi.
– Pemulihan Psikis, Selain santunan materi bagi keluarga korban jiwa, Pemkab juga menggelar doa lintas agama untuk memulihkan trauma kolektif masyarakat.
Menutup keterangannya dalam apel awal tahun, Bupati JTP memberikan instruksi keras kepada seluruh jajarannya. “Tahun ini adalah momentum kerja keras. Saya harapkan ASN tidak hanya sekadar hadir secara fisik, tapi harus produktif dan sensitif terhadap keluhan warga. Pastikan tidak ada kebutuhan dasar rakyat yang terabaikan pasca-bencana ini,” pungkasnya. (Red)
Dukung Jurnalisme HALOSUMUT
Dalam segala situasi, HaloSumut.com berkomitmen menghadirkan fakta jernih langsung dari lapangan. Dukungan Anda membantu jurnalisme tetap independen dan terpercaya.
Berikan Apresiasi Sekarang
